Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan melakukan tindakan hukum terhadap individu-individu yang terbukti secara ilegal menjual kembali tiket konser grup idola populer BTS.
Menurut siaran Korea JoongAng Daily pada Rabu (11/3), Kementerian Kebudayaan telah mengidentifikasi 1.868 unggahan di pasar barang bekas daring untuk menjual kembali tiket konser BTS di Gwanghwamun pada 21 Maret dan Goyang, Gyeonggi, pada awal April 2026.
Penanganan empat unggahan yang menawarkan 105 tiket konser dengan harga yang dinaikkan telah dirujuk ke Badan Kepolisian Nasional.
Kementerian Kebudayaan Korea Selatan berupaya melarang praktik percaloan tiket secara lebih luas melalui amendemen Undang-Undang Pertunjukan Publik dan Undang-Undang Promosi Olahraga Nasional.
Revisi undang-undang tersebut dijadwalkan berlaku mulai 28 Agustus 2026. Setelah itu, semua transaksi tiket yang tidak adil akan dilarang oleh hukum.
Berdasarkan amendemen undang-undang, pelanggar ketentuan dapat dikenai denda administratif hingga 50 kali lipat dari nilai penjualan.
Selain itu, insentif uang akan ditawarkan untuk mendorong warga melaporkan kasus penjualan tiket secara ilegal.
Baca juga: Pertunjukan pembuka tur dunia BTS akan ditayangkan di bioskop
Kementerian Kebudayaan menghadirkan badan konsultatif publik-swasta yang mencakup lembaga dan asosiasi pemerintah terkait, perusahaan tiket besar, dan pasar barang bekas daring untuk menyusun peraturan, melakukan kampanye kesadaran publik, dan memantau penjualan tiket ilegal.
Kementerian mendesak penyelenggara pertunjukan, agen tiket, dan operator platform daring untuk menghapus unggahan yang melanggar kebijakan pemesanan tiket serta melakukan pemeriksaan identitas di tempat acara secara ketat serta langkah-langkah pengawasan lainnya.
Pasar barang bekas daring Joonggonara telah menghapus unggahan calo tiket konser BTS dan menyaring kata kunci terkait sejak Rabu.
"Penjualan tiket secara ilegal adalah masalah yang dapat diatasi jika tidak ada yang mau membeli tiket hasil calo," kata Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan Chae Hwi-young.
"Hal ini juga menimbulkan risiko penipuan yang tinggi, karena penjual cenderung menghilang setelah pembayaran, jadi tiket harus selalu dibeli melalui jalur resmi," katanya.
Baca juga: Pemerintah Seoul rencanakan pengendalian kerumunan selama konser BTS
Dalam penjualan tiket empat pertunjukan BTS, penyedia layanan hanya mengizinkan pembelian satu tiket per orang, yang tidak dapat dialihkan kepada orang lain.
Langkah-langkah verifikasi identitas ketat di tempat pertunjukan juga akan dilaksanakan. Jadi, hampir tidak mungkin bisa menghadiri pertunjukan dengan tiket yang dijual oleh para calo.
Misalnya, tiket pertunjukan BTS di Gwanghwamun berupa kode QR seluler yang tidak dapat di-screenshot atau diterbitkan ulang.
Selain itu, calon penonton akan diminta menjalani verifikasi untuk memastikan identitas mereka sesuai dengan nama di tiket mereka dan diberi gelang yang tidak dapat dipasang kembali setelah dilepas.
Panitia penyelenggara memperingatkan bahwa mereka juga akan melakukan pemeriksaan identitas secara acak di tempat pelaksanaan acara.
Baca juga: Presiden Meksiko minta BTS tambah hari konser di Meksiko
Baca juga: Presiden Korea Selatan tanggapi usul penambahan konser BTS di Meksiko
Menurut siaran Korea JoongAng Daily pada Rabu (11/3), Kementerian Kebudayaan telah mengidentifikasi 1.868 unggahan di pasar barang bekas daring untuk menjual kembali tiket konser BTS di Gwanghwamun pada 21 Maret dan Goyang, Gyeonggi, pada awal April 2026.
Penanganan empat unggahan yang menawarkan 105 tiket konser dengan harga yang dinaikkan telah dirujuk ke Badan Kepolisian Nasional.
Kementerian Kebudayaan Korea Selatan berupaya melarang praktik percaloan tiket secara lebih luas melalui amendemen Undang-Undang Pertunjukan Publik dan Undang-Undang Promosi Olahraga Nasional.
Revisi undang-undang tersebut dijadwalkan berlaku mulai 28 Agustus 2026. Setelah itu, semua transaksi tiket yang tidak adil akan dilarang oleh hukum.
Berdasarkan amendemen undang-undang, pelanggar ketentuan dapat dikenai denda administratif hingga 50 kali lipat dari nilai penjualan.
Selain itu, insentif uang akan ditawarkan untuk mendorong warga melaporkan kasus penjualan tiket secara ilegal.
Baca juga: Pertunjukan pembuka tur dunia BTS akan ditayangkan di bioskop
Kementerian Kebudayaan menghadirkan badan konsultatif publik-swasta yang mencakup lembaga dan asosiasi pemerintah terkait, perusahaan tiket besar, dan pasar barang bekas daring untuk menyusun peraturan, melakukan kampanye kesadaran publik, dan memantau penjualan tiket ilegal.
Kementerian mendesak penyelenggara pertunjukan, agen tiket, dan operator platform daring untuk menghapus unggahan yang melanggar kebijakan pemesanan tiket serta melakukan pemeriksaan identitas di tempat acara secara ketat serta langkah-langkah pengawasan lainnya.
Pasar barang bekas daring Joonggonara telah menghapus unggahan calo tiket konser BTS dan menyaring kata kunci terkait sejak Rabu.
"Penjualan tiket secara ilegal adalah masalah yang dapat diatasi jika tidak ada yang mau membeli tiket hasil calo," kata Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan Chae Hwi-young.
"Hal ini juga menimbulkan risiko penipuan yang tinggi, karena penjual cenderung menghilang setelah pembayaran, jadi tiket harus selalu dibeli melalui jalur resmi," katanya.
Baca juga: Pemerintah Seoul rencanakan pengendalian kerumunan selama konser BTS
Dalam penjualan tiket empat pertunjukan BTS, penyedia layanan hanya mengizinkan pembelian satu tiket per orang, yang tidak dapat dialihkan kepada orang lain.
Langkah-langkah verifikasi identitas ketat di tempat pertunjukan juga akan dilaksanakan. Jadi, hampir tidak mungkin bisa menghadiri pertunjukan dengan tiket yang dijual oleh para calo.
Misalnya, tiket pertunjukan BTS di Gwanghwamun berupa kode QR seluler yang tidak dapat di-screenshot atau diterbitkan ulang.
Selain itu, calon penonton akan diminta menjalani verifikasi untuk memastikan identitas mereka sesuai dengan nama di tiket mereka dan diberi gelang yang tidak dapat dipasang kembali setelah dilepas.
Panitia penyelenggara memperingatkan bahwa mereka juga akan melakukan pemeriksaan identitas secara acak di tempat pelaksanaan acara.
Baca juga: Presiden Meksiko minta BTS tambah hari konser di Meksiko
Baca juga: Presiden Korea Selatan tanggapi usul penambahan konser BTS di Meksiko





