Pantau - PT PAM Jaya Perseroda mulai menggunakan teknologi gel khusus untuk menutup kebocoran pada jaringan pipa air tanpa perlu melakukan pembongkaran pipa yang rusak.
Teknologi Gel Tutup Kebocoran PipaDirektur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan teknologi tersebut bekerja dengan cara memasukkan gel ke dalam jaringan pipa yang mengalami kebocoran.
Gel yang dimasukkan ke dalam pipa akan bergerak mengikuti aliran air hingga menemukan celah atau lubang pada pipa.
Setelah menemukan lubang pada pipa, gel akan langsung menutup celah tersebut sehingga kebocoran dapat dihentikan.
“Sekarang kita punya gel. Jadi pipa yang bocor tidak perlu dibongkar untuk ukuran-ukuran tertentu. Gel itu seperti teknologi pada ban run flat tire. Ketika ada lubang, dia akan langsung menutup,” kata Arief Nasrudin.
Teknologi tersebut telah diuji coba pada jaringan pipa air yang berada di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa kebocoran pada pipa dapat tertutup dengan cepat tanpa perlu dilakukan pembongkaran pipa.
Menurut Arief Nasrudin, teknologi gel tersebut mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Waktu kita coba sekitar jam dua malam, yang bolong-bolong langsung tertutup dan itu bisa delapan tahun bertahan. Kita sekarang sudah punya,” ujarnya.
Tekan Kehilangan Air dan Dorong Inovasi LayananPenggunaan teknologi ini diharapkan dapat membantu menekan tingkat kehilangan air yang dikenal sebagai Non-Revenue Water atau NRW.
Non-Revenue Water merupakan air yang sudah diproduksi oleh perusahaan air minum namun tidak tercatat sebagai penggunaan pelanggan.
Salah satu penyebab utama tingginya Non-Revenue Water adalah kebocoran pada jaringan pipa distribusi.
Arief Nasrudin menjelaskan sebagian jaringan pipa air milik PAM Jaya sudah berusia cukup tua.
Ia mengatakan usia pipa sangat beragam dan sebagian telah digunakan lebih dari 30 tahun.
Sekitar 70 persen jaringan pipa yang ada di Jakarta termasuk dalam kategori pipa lama.
Karena itu teknologi perbaikan kebocoran tanpa pembongkaran dinilai mampu mempercepat proses penanganan kerusakan jaringan pipa.
Teknologi ini juga dinilai dapat mengurangi potensi kehilangan air bersih sebelum sampai ke pelanggan.
Selain teknologi gel untuk menutup kebocoran pipa, PAM Jaya juga sedang mengembangkan berbagai inovasi lain.
Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah digitalisasi sistem pelayanan pelanggan.
PAM Jaya juga mulai menggunakan teknologi smart water meter untuk meningkatkan akurasi pencatatan penggunaan air pelanggan.
Perusahaan juga mengembangkan aplikasi layanan pelanggan agar masyarakat dapat melaporkan gangguan air melalui telepon seluler.
Selain itu PAM Jaya menyiapkan teknologi baru yang mampu menghasilkan air minum dengan menangkap kandungan air dari udara.
Teknologi penangkap air dari udara tersebut direncanakan akan ditempatkan di kawasan Sudirman Thamrin Jakarta.
PAM Jaya juga berencana memproduksi air minum dalam kemasan yang ramah lingkungan.
Kemasan air minum tersebut akan menggunakan bahan kertas untuk mengurangi penggunaan botol plastik.
Berbagai inovasi dilakukan oleh BUMD DKI Jakarta tersebut untuk memperluas layanan air perpipaan kepada masyarakat.
Saat ini cakupan layanan air perpipaan di Jakarta telah mencapai sekitar 80 persen dari total wilayah layanan.
PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air perpipaan tersebut akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.



