JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengutarakan keyakinannya bahwa Indonesia akan mencapai swasembada energi dalam waktu empat tahun.
Keyakinannya itu tidak lepas dari Indonesia yang telah mencapai swasembada beras sebagai bagian dari kemandirian pangan.
"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi," ujar Prabowo dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Prabowo Senang, Dapat Laporan Return on Assets Danantara Naik 300 persen
Untuk mewujudkan swasembada energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sawit dan singkong sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM). Jika itu terwujud, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan dari impor BBM.
Menurut Prabowo, potensi energi terbarukan seperti panas bumi hingga surya juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya," ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo Ingin Bangun Pembangkit Tenaga Surya Berkapasitas 100 Gigawatt
Khusus untuk energi surya, Prabowo telah memerintahkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW).
"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," ujar Prabowo.
Di samping itu, Prabowo menyampaikan bahwa konflik geopolitik yang tengah terjadi menyebabkan ketidakpastian yang berpotensi menimbulkan krisis.
Baca juga: Prabowo Ingatkan Sasaran Danantara Masih Jauh: Harus Kembalikan Rp 800 T per Tahun
Namun, ia yakin krisis tersebut dapat menjadi loncatan jika Indonesia dapat memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki.
"Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini," ujar Prabowo.
"Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," sambungnya yakin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




