Sangat Mudah Menular, Waspada Campak Saat Mudik Lebaran

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS — Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta warga mewaspadai penyebaran campak saat momen mudik Lebaran. Campak disebut sebagai penyakit yang sangat mudah menular.

Berdasarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat periode Januari-Februari 2026, kasus positif campak sebanyak 252 kasus. Tahun lalu, total kasus campak di Jabar tercatat 1.785 kasus.

Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani, Kamis (12/3/2026), mengatakan, campak adalah penyakit yang sangat mudah menular. Penularan campak dapat melalui percikan batuk atau bersin dari penderita.

”Dari satu penderita campak dapat menularkan ke 12-18 orang,” ucap Vini.

Cara penularan lainnya bisa melalui kontak langsung dengan penderita dan menyentuh benda yang terkontaminasi virus campak.

Baca JugaCampak, Wabah Penyakit Menular, dan Peringkat Indonesia

Apabila ada gejala campak, seperti demam dan ruam, warga diimbau rajin cuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, dan melakukan isolasi mandiri.

Dengan pola seperti ini, konsentrasi warga dalam jumlah besar, seperti mudik Lebaran, mesti diwaspadai. Pertemuan dengan banyak orang rawan menularkan campak.

Selain kewaspadaan mandiri, upaya paling efektif mencegahnya adalah dengan melengkapi imunisasi sampai dosis kedua sebelum mudik. Imunisasi khususnya dilakukan pada anak berusia 9-59 bulan.

”Sejumlah wilayah di Jabar kini sedang melaksanakan Catch Up Campaign atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya campak. Sasaran prioritas imunisasi adalah warga berusia 9-59 bulan,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin anaknya mendapat imunisasi campak bisa mendatangi posyandu atau puskesmas; satuan pendidikan, seperti PAUD dan TK; tempat ibadah, serta pos pelayanan mudik.

”Selain imunisasi, rajinlah mencuci tangan memakai sabun dan mengenakan masker saat tidak enak badan,” ujarnya menambahkan.

Orang dewasa

Dalam publikasi Kompas.id (11 Maret 2026), Sekretaris Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung yang juga Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) Cabang Bandung Rudi Wisaksana mengatakan, campak merupakan penyakit infeksi yang sangat menular. Tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Gejala campak pada orang dewasa sebenarnya tidak berbeda dari anak-anak. Gejalanya yang biasa muncul adalah demam, batuk, dan pilek.

Setelah itu, muncul gejala berupa bercak khas di rongga mulut dan diikuti dengan ruam pada kulit. Ruam umumnya muncul dari bagian kepala lalu menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki.

”Pada orang dewasa, penyakit ini bisa menjadi lebih serius dan perjalanan klinisnya sering kali lebih berat,” ujar Rudi, dalam acara bertajuk ”Ancaman KLB Campak 2026: Respons Klinis Multidisiplin dan Ketahanan Sistem Kesehatan”, di Jakarta.

Ia mengungkapkan, gejala yang lebih serius pada usia dewasa terutama terjadi terhadap individu yang belum memiliki kekebalan memadai. Sebagian populasi dewasa belum terpapar dengan program Imunisasi Campak Nasional sehingga belum pernah divaksin campak.

”Hal itu membuat mereka tidak mendapatkan perlindungan yang memadai terhadap virus campak,” ucapnya.

Baca JugaCampak Juga Terjadi pada Usia Dewasa, Gejala Tidak Khas dan Bisa Lebih Berat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Olivia Nathania Keberatan Ganti Rugi Rp8,1 Miliar, Sebut Kerugian yang Terbukti Hanya Rp600 Juta
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Pemerintah Bayar Utang Kompensasi Energi ke Pertamina dan PLN Rp 44,1 T
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
BBM Baru RI Tuntas Diuji Coba Semester II Tahun Ini
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gilas Manchester City, Arbeloa: Real Madrid tak Bisa Diremehkan
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Beberkan Motif Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.