KPK: Warga Harus Lebih Cerdas Pilih Kepala Daerah Usai Maraknya OTT

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan masyarakat untuk lebih cerdas untuk memilih kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setelah sembilan kepala daerah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Masyarakat harus lebih cerdas dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti ini. Semoga ini memberikan pembelajaran kepada masyarakat,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Fenomena OTT Kepala Daerah Lanjut Terus, Warning dan Evaluasi Disebut

Asep berharap, OTT terhadap sembilan kepala daerah itu dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk lebih teliti memilih pemimpin.

“Jadi tidak hanya berdasarkan apa yang diterima atau apa yang diberi.

Atau bersifat pragmatis. Kasih lalu dipilih gitu. Tapi benar-benar pilihlah yang berkualitas,” ujarnya.

Baca juga: Gelombang OTT Kepala Daerah, Politikus PKB Minta Program Retret Prabowo Dievaluasi

9 OTT sejak 2025

Berdasarkan catatan Kompas.com, sembilan kepala daerah terjaring dalam OTT sejak 2025 sampai dengan 12 Maret 2026.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mereka yang ditangkap di antaranya, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahia, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, dan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Kemudian Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanggapi Protes Fans, Agensi Sebut Heeseung Keluar dari ENHYPEN Pendekatan yang Memuaskan
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Truk Terguling Melintang di Jalan Depan Gedung DPR, Lalin Macet
• 13 jam laludetik.com
thumb
Berani Lapor, Atlet Korban Kekerasan Kini Dapat Pendampingan Hukum
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
G7 Pertimbangkan Pengawalan Kapal di Tengah Blokade Selat Hormuz
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Presiden Prabowo Panggil Hasan Nasbi ke Istana, Sinyal Kembali ke Kabinet?
• 5 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.