Ketua DPR RI Puan Maharani diminta tanggapan terkait penyelenggaraan ibadah haji di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Puan menekankan pentingnya memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia di tengah dinamika konflik yang berkembang di kawasan tersebut.
“Ya, yang pertama terkait dengan haji, tentu saja dengan situasi geopolitik global seperti ini, apa pun masalah atau hal terkait dengan ibadah itu harus tetap bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/3).
Ia meminta seluruh pihak terkait melakukan evaluasi serta langkah mitigasi terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.
“Namun kami juga meminta kepada semua pihak yang terkait untuk melakukan evaluasi dan mitigasi ataupun antisipasi terkait dengan hal yang sedang terjadi,” ujarnya.
Puan menambahkan, DPR melalui komisi terkait akan melakukan kajian guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.
“Jadi tentu saja DPR RI melalui komisi terkait akan melakukan apa namanya kajian, evaluasi dan hal-hal yang harus dilakukan dengan situasi seperti ini untuk bisa memberikan keselamatan, tetap memberikan keselamatan, kenyamanan bagi jemaah haji Indonesia yang nantinya insyaallah akan tetap melaksanakan ibadah hajinya,” tutup dia.
Sebelumnya Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf menyebut, konflik di kawasan Timur Tengah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi penyelenggaraan ibadah haji 2026.




