FAJAR, JAKARTA — Sepak bola sering kali berubah hanya oleh satu kabar. Dalam kasus Timnas Indonesia menjelang FIFA Series 2026, kabar itu datang dari Belanda.
Miliano Jonathans—pemain yang sebelumnya diprediksi menjadi pilihan utama di sisi kanan serangan—dipastikan absen setelah mengalami cedera robek ligamen lutut anterior (ACL). Cedera serius tersebut terjadi saat ia membela Excelsior Rotterdam menghadapi SC Heerenveen di Stadion Woudestein, Rotterdam, Minggu (8/3).
Sebuah tekel dari belakang membuat Miliano terjatuh dan tidak mampu melanjutkan pertandingan. Diagnosis yang datang kemudian memastikan skenario terburuk: cedera ACL yang biasanya memaksa pemain menepi berbulan-bulan.
Bagi Timnas Indonesia, kabar itu jelas mengubah banyak rencana.
Pelatih John Herdman kini harus memikirkan ulang komposisi sayap kanan yang sebelumnya hampir pasti menjadi milik pemain berusia muda tersebut. Kekosongan posisi itu membuka peluang bagi sejumlah pemain lain yang siap menunjukkan kapasitasnya.
FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta pada 27–30 Maret kini bukan sekadar ajang uji coba. Bagi beberapa pemain, turnamen ini bisa menjadi panggung pembuktian.
Sayap yang Kini Diperebutkan
Dalam daftar pemain yang tersedia, beberapa nama langsung muncul sebagai kandidat pengganti. Mereka datang dari latar belakang dan karakter permainan yang berbeda.
Yakob Sayuri adalah salah satu opsi paling natural untuk posisi tersebut. Pemain yang dikenal dengan kecepatan dan determinasi tinggi itu memiliki kemampuan penetrasi yang sulit dihentikan bek lawan. Ia juga termasuk tipe winger yang rajin membantu pertahanan ketika tim kehilangan bola.
Nama lain yang menarik adalah Beckham Putra.
Pemain Persib Bandung itu sebenarnya dikenal sebagai gelandang serang. Namun fleksibilitasnya membuat ia mampu bermain lebih melebar di sisi kanan. Beckham memiliki visi permainan yang baik serta kemampuan memberikan umpan matang kepada rekan setim.
Ia juga cukup sering muncul dari lini kedua untuk mencetak gol—sebuah kualitas yang bisa memberi dimensi berbeda dalam serangan Timnas Indonesia.
Selain dua nama tersebut, Egy Maulana Vikri juga menjadi kandidat kuat.
Egy memiliki karakter yang cukup mirip dengan Miliano. Ia sama-sama dominan menggunakan kaki kiri dan sering dimainkan sebagai inverted winger di sisi kanan. Dari posisi itu, ia bisa memotong ke tengah untuk menciptakan peluang tembakan atau mengirim umpan terobosan.
Pengalaman bermain di Eropa membuat Egy terbiasa menghadapi tempo pertandingan yang tinggi—sebuah modal penting dalam laga internasional.
Munculnya Victor Dethan
Di antara nama-nama tersebut, ada satu pemain yang membawa cerita berbeda: Victor Dethan.
Winger muda PSM Makassar itu resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Pemanggilan tersebut diumumkan melalui akun resmi Timnas Indonesia pada Senin (9/3) dini hari.
Bagi PSM, kehadiran Victor Dethan di skuad Garuda menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menjadi satu-satunya wakil klub berjuluk Juku Eja dalam daftar pemain yang dipanggil.
Dethan bukan nama asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Pemain keturunan Indonesia–Kanada ini sudah pernah mencicipi atmosfer tim nasional sejak level U-23 hingga senior pada 2024 lalu.
Perjalanannya di level klub juga cukup stabil.
Produk akademi PSM Makassar tersebut dipromosikan ke tim senior sejak musim 2022/2023 oleh pelatih Bernardo Tavares. Sejak saat itu, ia perlahan berkembang menjadi salah satu opsi penting di lini serang tim.
Kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadikannya winger yang sulit diprediksi. Dalam beberapa musim terakhir, ia juga menjadi bagian dari skuad PSM yang berhasil menjuarai Liga 1 2022/2023.
Berdasarkan data Transfermarkt, Victor Dethan telah mencatatkan sekitar 90 penampilan bersama PSM Makassar dengan torehan 6 gol dan 7 assist.
Turnamen yang Lebih dari Sekadar Uji Coba
FIFA Series 2026 sendiri merupakan turnamen mini yang mempertemukan tim nasional dari berbagai konfederasi.
Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah seri Jakarta, dengan peserta lain seperti Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis.
Turnamen ini menggunakan format sistem gugur dan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27–30 Maret.
Bagi Timnas Indonesia, ajang tersebut memiliki arti penting. Selain kesempatan mendulang poin peringkat FIFA, turnamen ini juga menjadi panggung pertama bagi John Herdman untuk menguji kerangka timnya.
Absennya Miliano Jonathans memang menjadi kehilangan. Namun di sisi lain, situasi itu membuka pintu bagi pemain lain untuk membuktikan diri.
Di sepak bola internasional, posisi tidak pernah benar-benar milik siapa pun.
Ia selalu menjadi ruang yang harus direbut—melalui performa, konsistensi, dan keberanian mengambil kesempatan ketika peluang itu muncul.
Dan di sisi kanan serangan Timnas Indonesia saat ini, pintu itu sedang terbuka lebar.





