Investigasi Militer Amerika Akui Kesalahan Fatal: Rudal Tomahawk Hantam Sekolah di Iran

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Rudal Tomahawk AS mengenai sekolah dasar di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026 akibat kesalahan penentuan koordinat target.
  • Investigasi awal AS menunjukkan kesalahan penggunaan data lama dari DIA oleh perwira CENTCOM, menyebabkan 165 korban jiwa.
  • Iran menyalahkan AS dan Israel, sementara Israel membantah keterlibatan dalam serangan yang mengenai target sipil tersebut.

Suara.com - Hasil investigasi militer Amerika Serikat (menyebutkan bahwa rudal Tomahawk milik AS mengenai sekolah dasar di Minab, Iran akibat kesalahan dalam penentuan target.

Laporan The New York Times yang mengutip pejabat Amerika Serikat pada Rabu (11/3/2026) menyebutkan bahwa penyelidikan atas serangan pada 28 Februari masih berjalan.

Namun, temuan awal mengindikasikan bahwa pihak Amerika Serikat bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Laporan yang mengutip sumber anonim yang mengetahui jalannya penyelidikan, juga melaporkan bahwa militer AS secara tidak sengaja menyerang sekolah yang berada di kota Minab.

Respons emosional warga Iran mencuat setelah serangan AS-Israel menyasar wilayah sipil. Tragedi di Minab menjadi potret kelam eskalasi konflik ini.

Serangan itu menewaskan sedikitnya 165 orang, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak.

Menurut laporan The Times, para perwira di United States Central Command menyusun koordinat target serangan dengan menggunakan data lama yang disediakan oleh Defense Intelligence Agency.

Para penyelidik kini masih menelusuri alasan mengapa informasi yang sudah usang tersebut dipakai dalam perencanaan operasi serta siapa pihak yang gagal melakukan verifikasi terhadap data tersebut.

Media tersebut juga menyebutkan bahwa sekolah yang menjadi sasaran berada di blok yang sama dengan bangunan yang digunakan oleh angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Awalnya gedung sekolah tersebut memang merupakan bagian dari pangkalan militer. Namun, bangunan yang kemudian digunakan sebagai sekolah telah dipagari dan dipisahkan dari kompleks militer antara tahun 2013 hingga 2016.

Baca Juga: Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas serangan yang mengenai sekolah tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa Iran kemungkinan bertanggung jawab atas insiden tersebut, meskipun negara itu tidak memiliki rudal Tomahawk.

Meski demikian, ia kemudian menyatakan akan menerima apa pun hasil akhir dari proses penyelidikan.

Sementara itu, Israel secara konsisten membantah memiliki keterlibatan ataupun pengetahuan terkait serangan tersebut.

Adapun Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pekan lalu menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan dengan sengaja menargetkan fasilitas pendidikan seperti sekolah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Gowa-BSI Luncurkan Program Gowa Berhaji, Dorong Perencanaan Haji dan Penguatan UMKM
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Realisasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp44 Triliun hingga 9 Maret 2026
• 16 jam lalupantau.com
thumb
BI Sulsel Gelar Forum Ekonomi Syariah 2026: Sinergikan Keuangan Sosial dan Komersial untuk Ekosistem Halal
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Kementerian ESDM Jamin Harga Pertalite Tidak Akan Naik hingga Maret 2026
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hakim Kasus Minyak Mentah Cecar Saksi Soal Main Golf di Thailand
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.