FAJAR, JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) diganjar penghargaan di ajang 15th Anugerah BUMN 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta pada Selasa, 10 Maret.
Penghargaan tersebut diraih dengan kategori National Hub Port & Strategic Maritim Connectivity yang diselenggarakan oleh BUMN Track bersama BTA Academy.
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi PTP Nonpetikemas dalam memperkuat konektivitas maritim nasional serta mendukung kelancaran rantai pasok melalui pengelolaan Terminal Nonpetikemas di berbagai wilayah Indonesia.
Capaian ini mencerminkan komitmen PTP Nonpetikemas dalam meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin efisien dan kompetitif.
Sebagai Operator Terminal Nonpetikemas yang mengelola berbagai jenis komoditas seperti curah kering, curah cair, dan general cargo, perusahaan terus berupaya mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat perannya dalam ekosistem logistik nasional.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya berkelanjutan PTP Nonpetikemas dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat tata kelola perusahaan,” ucapnya.
“Ke depan, kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi guna mendukung konektivitas logistik nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Fiona.
Ajang Anugerah BUMN 2026 mengangkat tema “BUMN Menuju Indonesia Emas: Tata Kelola Kuat, Nilai Ekonomi Berkelanjutan” yang menekankan pentingnya penguatan tata kelola, transformasi bisnis, serta kontribusi BUMN dalam menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Anugerah BUMN 2026 diikuti oleh 79 perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN yang melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari penilaian dokumen hingga presentasi korporasi dan CEO di hadapan dewan juri yang terdiri dari para pakar, profesional, dan akademisi.
Ketua Dewan Juri Anugerah BUMN 2026, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., menyampaikan bahwa perusahaan yang mendapatkan penghargaan dalam ajang ini telah melalui proses penilaian yang objektif dan komprehensif.
“Transformasi BUMN tidak hanya berhenti pada restrukturisasi organisasi, tetapi juga harus menyentuh transformasi budaya dan cara kerja yang lebih adaptif, transparan, serta berorientasi pada keberlanjutan,” ucapnya.
“Perusahaan-perusahaan yang memperoleh apresiasi diharapkan dapat menjadi benchmark sekaligus katalis dalam penguatan tata kelola dan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Arief Yahya. (ams)





