Bisnis.com, JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) Singapore Branch pada 10 Maret 2026.
Melansir keterbukaan informasi, nilai pokok pinjaman yang diterima perseroan mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,69 triliun (kurs Rp16.912 per dolar AS). Jatuh tempo pinjaman ini selama 60 bulan sejak penandatanganan perjanjian.
"Kejadian yang akan menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan secara material," tulis Corporate Secretary Medco Energi Internasional, Siendy K. Wisandana, Kamis (12/3/2026).
Fasilitas kredit dari HSBC cabang Singapura kepada MEDC dan/atau Medco Energi Global Pte.Ltd. tersebut diberikan dengan tujuan untuk general corporate.
Menilik postur neraca keuangan MEDC, perseroan dalam laporan keuangan periode Januari-September 2025 mencatat total liabilitas mencapai US$6,04 miliar atau tumbuh 11,08% year on year (yoy) dibanding US$5,43 miliar pada periode yang sama 2024.
Liabilitas tersebut lebih dari 77% merupakan jangka panjang. Rinciannya, liabilitas jangka panjang sebesar US$4,67 miliar atau meningkat 14,14% yoy dari US$4,09 miliar, serta liabilitas jangka pendek yang naik 1,71% yoy dari US$1,34 miliar menjadi US$1,36 miliar.
Baca Juga
- Medco Energi (MEDC) Raih Fasilitas Kredit US$100 Juta dari HSBC Singapura
- Medco (MEDC) Konfirmasi Operasional di Oman Belum Terdampak Konflik AS-Iran
- Target Harga Terbaru dan Ramalan Kinerja Medco Energi (MEDC)
Di sisi lain, ekuitas MEDC per 9 bulan pertama 2025 sebesar US$2,38 miliar, atau meningkat 6,18% yoy dibanding US$2,24 miliar. Dari sini, dapat dihitung bahwa debt to equity ratio (DER) perseroan mencapai 2,53 kali, mencerminkan utang menjadi tumpuan utama MEDC dalam melakukan ekspansi bisnis. DER tersebut juga membesar dari 2,42 kali pada periode yang sama 2024.
Sementara itu, jika menilik rencana ekspansi bisnis yang dilakukan MEDC, perseroan menargetkan pada 2026 produksi minyak dan gas antara 165 sampai 170 mboepd. Bila target ini bisa dicapai akan menjadi raihan tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah MEDC berdiri. Sepanjang 2025 perseroan memproduksi 156 mboepd.
Selanjutnya, volume penjualan listrik 2026 ditargetkan mencapai 4.550 GWh dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 24%. Sepanjang 2025, anak usaha MEDC, Medco Power mencatat penjualan listrik 4.371 GWh.
“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal," ujar CEO Medco Energi, Roberto Lorato.





