Ada kalanya pikiran melompat jauh ke depan dan langsung membayangkan segala sesuatu yang bisa berjalan salah, bahkan sebelum situasinya benar-benar terjadi. Rasanya seperti otak tidak bisa berhenti menciptakan skenario yang semakin lama semakin berat untuk ditanggung. Bisa relate, Beauties?
Dilansir dari Psychology Today, dalam psikologi, kecenderungan ini dikenal sebagai catastrophizing, yaitu pola pikir yang membuat seseorang melompat ke kesimpulan paling buruk tanpa bukti yang cukup. Ini bukan kelemahan karakter, Beauties, melainkan pola yang sangat manusiawi serta memiliki alasan-alasan yang bisa dipahami.
Yuk, simak 5 alasan di balik kebiasaan membayangkan skenario terburuk berikut ini!





