Pemkab Gianyar prioritaskan intervensi 991 balita terindikasi stunting

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, memprioritaskan intervensi terhadap 991 balita terindikasi tengkes (stunting) dalam program percepatan penurunan stunting 2026.

“Upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama, di Gianyar, Bali, Kamis.

Sebanyak 991 balita teridentifikasi stunting itu didapatkan dari data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat Kementerian Kesehatan (e-PPGBM) pada Desember 2025.

Adapun capaian itu merupakan 3,8 persen dari hasil pengukuran serentak terhadap 25.896 balita di Gianyar yang dilakukan pada November 2025.

Meskipun masih ditemukan balita stunting, kata dia, data itu menunjukkan hasil yang lebih baik dari proyeksi awalnya yaitu 5,3 persen dari total balita yang diukur tersebut.

Untuk menggenjot upaya percepatan, Pemkab Gianyar mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tematik terkait percepatan penurunan stunting.

Baca juga: Pemkab Gianyar Bali raih insentif Rp5,6 miliar tekan stunting

Dalam kesempatan itu, Sekda Gianyar meminta agar perencanaan program dan kegiatan penurunan stunting dilakukan efektif dan tepat sasaran.

Ia juga meminta Tim Pencegahan, Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan aktif melakukan koordinasi, pengawasan serta memastikan konvergensi program berjalan hingga ke tingkat desa dan keluarga sasaran.

Kemudian, ia juga meminta pelaporan atas pemenuhan atas 31 indikator intervensi stunting melalui aplikasi Web Aksi Bangda, sebuah aplikasi nasional yang digunakan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja pemerintah daerah dalam melaksanakan aksi pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, meraih alokasi insentif fiskal sebesar Rp5,6 miliar karena mampu menekan prevalensi balita stunting dari 6,3 persen pada 2022 menjadi 5,4 persen pada 2024.

Untuk kategori kabupaten di Indonesia, Klungkung dan Gianyar, keduanya kabupaten di Bali, menduduki posisi pertama dan kedua nasional dengan realisasi masing-masing secara berurutan mencapai 5,2 persen dan 5,4 persen sesuai Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Baca juga: Pemkab Gianyar bantu pertumbuhan balita terindikasi stunting

Sementara itu untuk level provinsi, Bali menjadi daerah dengan angka prevalensi balita stunting terendah di Indonesia dengan realisasi mencapai 8,7 persen berdasarkan hasil SSGI 2024 oleh Kementerian Kesehatan RI.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erdogan Serukan Persatuan Islam di Tengah Perang Iran Baik Syiah dan Sunni
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jeritan PJLP DKI: THR Dipotong hingga Rp 2 Juta, Merasa Dirampok
• 11 jam lalukompas.com
thumb
IJTI: Tolak Imperialisme Platform Global di Tanah Air!
• 51 menit lalurctiplus.com
thumb
Dihadiahi Layang-layang Saat Safari Ramadan, Kaesang Didoakan Diterima Semua Kalangan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Berubah-ubah Soal Akhir Perang: Tekanan Militer & Kepanikan Ekonomi?
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.