Harga Minyak Dunia Kembali Tembus $100

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - London, Inggris

Serangan Iran terhadap infrastruktur ekonomi Timur Tengah memicu kekhawatiran krisis pasokan global. 

Gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. 

Harga minyak mentah dunia melonjak melampaui angka $100 per barel pada perdagangan Kamis 12 Maret 2026 dipicu oleh serangkaian serangan Iran terhadap titik-titik ekonomi strategis di kawasan tersebut.

Eskalasi militer ini melampaui upaya internasional dalam menstabilkan pasar, termasuk keputusan darurat untuk melepaskan cadangan minyak mentah dalam skala besar.

Berdasarkan data pasar, minyak mentah jenis Brent sempat melesat 9% ke level $100,29 per barel, sebelum sedikit terkoreksi ke posisi $98.

Gangguan Jalur Perdagangan Global 

Ketegangan meningkat seiring langkah Teheran yang menargetkan fasilitas energi dan jalur maritim. Beberapa kapal dagang dilaporkan terkena serangan di sekitar Selat Hormuz, jalur arteri paling vital bagi perdagangan minyak dunia. 

Salah satu kapal yang menjadi korban adalah Mayuree Naree berbendera Thailand, di mana tiga awak kapal dikabarkan masih terjebak di dalam pencarian.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa konflik ini dapat memangkas produksi minyak dan gas di kawasan tersebut hingga 10 juta barel per hari. 

Dalam laporannya, IEA menyebutkan bahwa penutupan fasilitas produksi mulai dilakukan seiring terhentinya ekspor melalui Selat Hormuz.

Respons Internasional dan Tekanan Pasar 

Meski IEA telah menginstruksikan pelepasan 400 juta barel cadangan darurat dari 32 negara anggota rekor terbesar dalam sejarah.

Langkah tersebut belum mampu meredam kekhawatiran pasar akan krisis pasokan yang berkepanjangan.

Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, mengonfirmasi bahwa AS akan melepas 172 juta barel dari cadangan strategisnya mulai pekan depan. 

Wright menuduh pihak Iran telah melakukan tindakan yang mengancam ketahanan energi global.

"Iran telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika serta sekutunya," ujar Wright dalam pernyataan resminya.

Di sisi lain, komando militer Iran memberikan peringatan keras kepada pihak Barat terkait dampak ekonomi dari ketidakstabilan ini.

"Bersiaplah untuk harga minyak mencapai $200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional yang telah Anda destabilisasi," tegas juru bicara militer Iran.

Dampak Ekonomi Luas 

Lonjakan harga energi ini diperkirakan akan menekan pertumbuhan ekonomi global dan memicu risiko stagflasi.

Tidak hanya minyak, harga gas alam di Eropa juga mencatatkan kenaikan sebesar 7,7%. 

Di pasar ekuitas, indeks Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan ditutup melemah, mencerminkan kecemasan investor terhadap gangguan rantai pasok global.

Raksasa minyak Saudi Aramco turut memperingatkan adanya "konsekuensi katastrofik" bagi pasar dunia jika blokade di Selat Hormuz terus berlanjut tanpa solusi diplomatik yang konkret.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Fakta Menarik Setelah PSIM Ditahan Persijap di BRI Super League: Ze Valente Makin Tajam, Laskar Mataram Tetap Stabil
• 19 jam lalubola.com
thumb
Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota, Tiketnya Langsung Sold Out
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Kubu Lee Kah Hin Hadirkan Ahli, Maqdir Sebut Polisi Lakukan Anomali
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Kakorlantas Polri Fokus Amankan Lima Klaster Mudik Lebaran 2026
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pakar Ekonomi: Sentimen Rupiah Dipengaruhi Rencana Pelepasan Cadangan Minyak IEA
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.