Mengenal Puisi Esai dan Cara Baru Membaca Peristiwa Sejarah

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sejarah sering kali hadir dalam bentuk tanggal, angka, dan rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis. Dalam buku pelajaran atau catatan akademik, tragedi dan konflik biasanya dijelaskan melalui data, statistik, dan ringkasan peristiwa. 

Cara penyajian seperti ini memang penting untuk memahami konteks sejarah, tetapi tidak jarang terasa jauh dari pengalaman manusia yang sebenarnya terjadi di balik peristiwa tersebut. Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Pameran Lukisan Denny JA Bertajuk 'Sumatera Menangis dan Kritik Ekologi' Sambut Ramadhan
Denny JA Donasikan Seluruh Dana dari BRICS Literature Award untuk Pengembangan Sastra Dunia

Di tengah cara pandang tersebut, muncul pendekatan sastra yang menawarkan cara berbeda dalam membaca sejarah, yakni melalui puisi esai. Genre ini memadukan keindahan bahasa puisi dengan kedalaman refleksi esai, sehingga peristiwa sejarah tidak hanya disajikan sebagai fakta, tetapi juga sebagai kisah manusia yang penuh emosi dan pengalaman hidup.

Puisi esai pertama kali diperkenalkan pada 2012 oleh Denny JA melalui buku Atas Nama Cinta. Sejak saat itu, bentuk sastra ini berkembang sebagai medium yang mencoba menjembatani dua dunia yang sering dianggap terpisah: dunia emosi dan dunia pengetahuan.

Berbeda dengan puisi pada umumnya yang sering lahir dari imajinasi bebas, puisi esai berangkat dari peristiwa nyata. Kisah yang diangkat biasanya berkaitan dengan konflik sosial, tragedi kemanusiaan, diskriminasi, hingga peristiwa sejarah yang meninggalkan jejak panjang dalam kehidupan masyarakat.

Salah satu keunikan puisi esai adalah penggunaan catatan kaki yang menjelaskan fakta di balik cerita. Melalui cara ini, pembaca tidak hanya diajak merasakan sisi emosional dari sebuah kisah, tetapi juga memperoleh pemahaman historis mengenai latar peristiwa yang melatarbelakanginya.

Pendekatan tersebut membuat sejarah terasa lebih dekat dengan kehidupan manusia. Tragedi yang sebelumnya dikenal sebagai angka atau statistik berubah menjadi kisah personal: penantian seseorang yang kehilangan keluarga, pergulatan tokoh dalam menghadapi tekanan sosial, atau pengalaman individu yang terjebak dalam arus peristiwa besar.

Sejumlah karya puisi esai juga mencoba merekam berbagai episode sejarah dari sudut pandang manusia. Dalam karya-karyanya, Denny JA misalnya menghadirkan cerita tentang diskriminasi, konflik sosial, hingga tragedi global yang memengaruhi kehidupan banyak orang. Menurut Penerbit CBI, delapan buku tersebut tidak sekadar kumpulan karya puisi. 

Baca Juga :
Majelis Gaza Bahas Prediksi Bencana Lewat Mubasyirat
Denny JA Soroti Suara Asia-Afrika-Amerika Latin dalam BRICS Award 2025
Irjen Agus Sebut Kecelakaan Lalu Lintas Menurun pada Semester I 2025

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tina Wiryawati Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Rakyat Jabar
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menkes Duga Harga Obat Mahal karena Korupsi, KPK Siap Tindak Lanjuti
• 14 jam laludetik.com
thumb
Di Tengah Ancaman WW3, Indonesia Harus Pimpin Dialog
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sempat Fluktuatif, Harga Bahan Pokok di Bandung diklaim Kembali Stabil
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Dirut Jasa Marga Imbau Pemudik Cek Kelaikan Kendaraan Sebelum Berangkat
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.