Situasi Timteng Memanas, JK Tekankan Pentingnya RI Berpegang Pada GNB

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai Indonesia harus memegang teguh prinsip Gerakan Non-blok (GNB) merespons situasi internasional saat ini. Termasuk ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan JK usai bertemu dengan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di kediamannya, Jl. Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

"Pertemuan ini dan kita menganggap bahwa kebijakan kita mestinya selalu berpegang kepada bebas aktif, pegang kepada non-blok, berpegang kepada luar biasa kita melaksanakan Konferensi Asia Afrika untuk kemerdekaan dan nasionalisme dari Asia Afrika seperti itu. Hal itu yang kita bicarakan," kata JK.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua ICWA Al Busyra Basnur yang pada 2019 pernah menjabat sebagai Dubes RI untuk Etiopia, membeberkan setidaknya ada lima hal yang menjadi perhatiannya terkait kondisi internasional saat ini.

"Yang pertama tentang perkembangan di Timur Tengah. Yang kedua mengenai BOP. Yang ketiga mengenai serangan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat ke Iran. Yang keempat adalah peranan diplomasi Indonesia di Timur Tengah," kata dia.

"Nah di sini kami ingin menggarisbawahi salah satu pandangan kami yang kami laporkan tadi kepada Pak Jusuf Kalla adalah bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan luar biasa untuk pada situasi sekarang ini menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi darurat GNB," sambungnya.

Hal itu bukan tanpa sebab, RI dinilai punya pengalaman yang luar biasa dalam isu perdamaian. Termasuk JK yang dinilai merupakan tokoh yang kerap mencapai perdamaian di dalam maupun luar negeri.

"Dan yang berikutnya adalah isu apa yang harus dilakukan oleh Indonesia baik ke dalam kepada masyarakat Indonesia dan juga ke luar dengan titik berat dengan garis bawah yang sangat tebal adalah bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah the only one organisasi multilateral yang kita andalkan yang kita harapkan membawa Palestina sebagai negara merdeka dan juga berdaulat. Itu saja mohon izin Pak Jusuf Kalla tambahan dari kami," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Iran Sebut Pengakuan Hak Iran Jadi Kunci Akhiri Konflik Timur Tengah
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Viral! Isi Ramalan Mbak Rara Pawang Hujan Soal Nasib dan Umur Vidi Aldiano
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
DPR RI Setujui RUU Perubahan UU Hak Cipta untuk Menjawab Tantangan Era Digital
• 33 menit lalupantau.com
thumb
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: ASIsrael Akan Bayar Darah Para Syuhada
• 6 jam lalusuara.com
thumb
KPK: Yaqut Ditahan di Rutan Gedung Merah Putih!
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.