Iran, VIVA – Kamis malam 12 Maret waktu setempat, pimpinan tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei merilis pernyataan resmi perdananya. Pernyataan perdana ini sekaligus mengkonfirmasi tentang keadaan putra kedua dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Sebelum pernyataan ini dirilis, seorang sumber dari Iran mengatakan kepada The Sun bahwa Mojtaba Khamenei sebenarnya dalam kondisi koma. Pria 56 tahun ini juga dirawat secara intensif di Rumah Sakit Universitas Sina di Tehran usai menjadi korban serangan zionis Isreal dan AS belum lama ini.
“Satu atau dua kakinya telah diamputasi. Hatinya atau lambungnya juga mengalami kerusakan. Ia tampaknya juga berada dalam kondisi koma,” kata sumber tersebut dikutip dari laman New York Post, Jumat 13 Maret 2026.
Sebelumnya, sejumlah sumber lain dari Iran menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei hanya mengalami luka ringan saat gelombang awal serangan udara terjadi, seperti patah di bagian kaki, memar di sekitar mata, serta luka robek di wajah.
Namun hingga Mojtaba belum tampil di hadapan publik. Dalam pernyataan resmi perdananya Kamis malam itu ternyata hanya dibacakan oleh pembawa berita televisi pemerintah Iran. Dalam siaran itu, hanya tampak foto dari Mojtaba.
Pernyataan Perdana Mojtaba Khamenei
Dalam pernyataan perdananya yang dirilis Kamis 12 Maret 2026, Mojtaba berjanji akan membalas serangan AS dan Israel ke Iran yang telah menyebabkan korban jiwa.
“Kami akan membalas darah para syuhada kami,” kata Mojtaba Khamenei.
Dalam pernyataan perdana tersebut, Mojtaba tidak menampakkan dirinya. Pesan tersebut hanya dibacakan oleh pembawa berita di televisi pemerintahan Iran dengan fotonya yang ditampilkan di layar.
Pada pernyataan pertamanya, Mojtaba juga mengucapkan terima kasihnya kepada sejumlah pihak yang masih berdiri membela negara Iran.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada para pejuang pemberani yang telah bekerja keras di saat negara kita berada di bawah tekanan dan serangan,” lanjutnya.
Ia juga berjanji akan tetap menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal. Mojtaba juga menyatakan bahwa Iran akan terus melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk. Meski begitu, Khamenei menegaskan bahwa Teheran hanya menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat.





