Editorial MI: Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar. Pemerintah tidak boleh menjadikan tensi geopolitik dunia sebagai pemakluman penyelenggaraan mudik tidak maksimal. Itu karena kegagalan atau keberhasilan mudik tahun ini akan berdampak psikologis yang besar bagi masyarakat.

Kelancaran dan keamanan mudik akan menjadi pendorong optimisme yang lebih ampuh daripada janji apa pun. Sebaliknya, ketidaklancaran mudik bisa membuat gamang dan berkurangnya kepercayaan.

Besarnya dampak mudik bagi situasi negara karena mudik memang bukan sekadar ritual keluarga. Sudah sejak lama pula, mudik Lebaran bukan hanya milik umat Islam. Ini menjadi momen liburan nasional. Tidak mengherankan kalau belum ada momen lain di negeri ini yang bisa menciptakan perputaran uang sebesar mudik Lebaran.

Baca Juga :

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Bahlil Sebut RI Kaji Opsi Penghematan BBM
Pada Idul Fitri 1447 Hijriah ini diprediksi 143 juta orang akan mudik. Perputaran uang yang dihasilkan mencapai sekitar Rp190 triliun. Angka jumlah pemudik itu menurun jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 154 juta. Namun, dari nilai uang justru diperkirakan bakal naik ketimbang realisasi tahun lalu yang sekitar Rp180 triliun.

Meski dapat dipahami karena inflasi, bagaimanapun justru prediksi perputaran uang itu harus didukung untuk tercapai. Ini merupakan modal amat penting untuk menggerakkan roda ekonomi sampai ke pelosok. Prediksi masih ada sedikitnya 143 juta orang yang akan mudik, juga merupakan optimisme yang harus dijaga.

Tahun ini, faktor penentu kelancaran mudik tentunya ketersediaan BBM. Sejak awal perang Amerika Serikat-Israel versus Iran pecah hampir dua pekan lalu, pemerintah memang segera memastikan pasokan BBM aman hingga Lebaran.

Namun, dengan kenyataan kemampuan penyimpanan BBM Indonesia hanya 21-25 hari, artinya Lebaran sudah menjadi titik kritis jika tanker minyak tidak juga datang. Kemarin, Pertamina telah mengonfirmasi bahwa dua kapal tanker yang sebelumnya diberitakan telah lolos dari Selat Hormuz, nyatanya bukan untuk dalam negeri kita.

Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM). Foto: Istimewa.

Kapal PIS Paragon dan PIS Rinjani itu masing-masing melanjutkan pelayaran ke India dan Kenya untuk non-captive market (pasar terbuka). VLCC Pertamina Pride dan kapal tanker Gamsunoro yang diperuntukkan bagi Indonesia masih tertahan di kawasan Teluk Arab/Persia.

Kondisi genting tersebut menuntut lebih gencarnya diplomasi pemerintah, baik ke Iran, sebagai negara penguasa Selat Hormuz, maupun ke negara pemilik cadangan minyak lainnya, di luar kawasan itu. Kemampuan diplomasilah yang menjadi penentu kekuatan hubungan bilateral/multilateral di saat krusial ini.

Contoh nyatanya ialah Tiongkok, yang bahkan di saat perang ini masih mendapat kiriman 11,7 juta barel minyak dari Iran. Tiongkok membuktikan bukan sekadar aktif di berbagai forum internasional. Itu bukan untuk citra, melainkan memang efektif untuk kepentingan dalam negeri.

Baca Juga :

Bahlil Laporkan Perkembangan Satgas EBETKE ke Prabowo, Bahas Penggantian PLTD
Di samping pekerjaan rumah besar mengamankan pasokan BBM itu, pemerintah juga harus menjamin kesiapan infrastruktur dan berbagai sarana transportasi. Kelaikan jalan, baik kondisi aspal maupun penerangan dan rambu, semestinya sudah rampung saat gelombang arus mudik pertama terjadi pada 14 Maret, atau esok.

Seluruh layanan transportasi juga harus memperhatikan prediksi cuaca dan imbauan BMKG dalam setiap perjalanannya. Keberhasilan penurunan tingkat kecelakaan sebesar 30% pada 2025 jika dibandingkan dengan di 2024, harusnya bisa dilanjutkan tahun ini.

Sekali lagi, pemerintah pusat maupun daerah harus menyadari bahwa keberhasilan mudik tahun ini amat strategis dan penting. Kesuksesan penanganan mudik kali ini akan menjadi momentum besar penguat optimisme, di tengah kondisi global yang sangat menantang dan penuh ketidakpastian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi ODGJ Ditembak Polisi di Sumatera Selatan hingga Cacat Gegara Hal Ini, Ibu Korban Tuntut Keadilan
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Ada Enam Ruas Tol Gratis Pada Periode Lebaran 2026, Catat Lokasinya
• 17 jam lalucumicumi.com
thumb
Mitratel Gandeng ZTE untuk Pengembangan Teknologi Jaringan Telekomunikasi
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenkum catat 448 PT kewirausahaan sosial terdaftar di Ditjen AHU
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Masih Ada Warga yang Panic Buying BBM, Ini Kata Bahlil
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.