Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri memperkirakan terjadi penumpukan arus lalu lintas di Malang Raya setelah hari raya Idulfitri 2026. Lantaran Malang Raya memiliki beragai destinasi wisata, yang kerap dituju masyarakat.
“Malang Raya itu akan terjadi penumpukan arus pada saat setelah hari raya dan sebelum hari raya dan pada saat dari Sabtu dan Minggu,” kata setelah Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 di Monumen Nasional, Gambir, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Namun penumpukan arus tersebut sudah diantisipasi dengan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas yang direncanakan juga berdasarkan survei dan skenario yang disiapkan pihak kepolisian.
“Tetapi rekayasa lantas sudah disiapkan dari buka tutup dan sampai juga kita lakukan one way di tempat wisata. Termasuk juga di Mengkreng. Mengkreng pertemuan tiga itu sudah kita antisipasi, di samping pertemuan arus ada rel kereta,” ujarnya.
Sedangkan lokasi lainnya di Provinsi Jawa Timur dipastikan aman.
“Jawa Timur, tol cukup terkendali ya, yang arah ke Malang Raya tidak ada masalah, yang arah ke Banyuwangi itu ada tol fungsional dari Probolinggo hingga Besuki dari Paiton,” ujarnya.
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026). Penetapan tersebut didasarkan pada kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah.
Meski begitu ada peluang perayaan idulfitri 2026 di Indonesia berbeda. Pemerintah belum menetapkan kapan 1 Syawal 1447 H. Kepastian tanggal Lebaran akan diumumkan setelah sidang isbat yang dijadwalkan pada Kamis (19/3/2026), bertepatan dengan 29 Ramadan.
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, diperkirakan Idul Fitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026).(lea/ipg)




