Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok BBM di Indonesia masih aman. Warga pun, menurutnya, tak perlu panic buying.
Hal itu disampaikan Bahlil saat melaporkan progres Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (12/3/2026).
"Stok [BBM] kita itu dalam kondisi yang aman. 23 hari, enggak perlu ada panic buying," ujar Bahlil.
Dia menjelaskan stok untuk 23 hari yang dimaksudkan merupakan stok yang tersedia di dalam tanki atau storage.
Adapun, pasokan minyak tetap mengalir ke Tanah Air. Alhasil, stok BBM tetap aman meskipun saat ini sedang dalam kondisi gangguan pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
"Tapi kan produksi terus, kita produksi terus dan ada yang masuk terus," katanya.
Baca Juga
- Bahlil Lapor Prabowo soal Selat Hormuz, Cari Alternatif Minyak dari Nigeria-Australia
- Thailand-Filipina Terapkan WFH Demi Hemat BBM, Bahlil Ungkap Langkah RI!
- Harga Minyak Fluktuatif, Bahlil Sebut Belum Hitung Penambahan Anggaran BBM
Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menambahkan bahwa Pertamina pun telah menyiapkan ketersediaan BBM dengan sebaik mungkin. Masyarakat pun diminta untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Terkait dengan stok, kami pastikan tidak ada masalah," imbuh Arya.
Pasokan minyak saat ini memang tengah terganggu oleh konflik di Timur Tengah. Perang antara Iran dengan AS-Israel telah membuat Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak global ditutup. Seiring dengan penutupan Selat Hormuz akibat perang, harga minyak kemudian melonjak.
Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (12/3/2026), harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei melonjak 9,3% menjadi US$100,54 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak April naik 8,7% ke level US$94,85 per barel.





