Presiden Amerika Serikat Donald Trump menduga Pemimpin Tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei masih hidup. Namun, menurut Trump, Mojtaba mengalami luka parah, Kamis (12/3).
Mojtaba merupakan putra dari Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.
Mojtaba terpilih menjadi orang nomor satu di Iran pada akhir pekan lalu. Namun, ia belum pernah muncul di publik sejak terpilih.
Bahkan, saat menyampaikan pidato pertama, pernyataan Mojtaba dibacakan oleh seorang presenter televisi.
Seorang pejabat Iran, kepada kantor berita Reuters, mengakui Mojtaba sempat terkena dampak serangan AS-Israel yang menyebabkan luka ringan.
Trump mengaku tidak percaya Mojtaba hanya mengalami luka ringan akibat serangan gabungan tersebut.
“Saya percaya kemungkinan itu (Mojtaba masih hidup). Saya kira dia luka parah,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Dalam pidato pertamanya, Mojtaba berjanji akan terus menutup Strait of Hormuz. Ia juga meminta negara-negara di kawasan menutup pangkalan militer AS.
Jika tidak, Mojtaba berjanji Iran akan melanjutkan serangan ke berbagai negara di Timur Tengah.





