Stok Pangan Nasional Aman, Polri Minta Masyarakat Tak Panic Buying

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dengan ketersediaan pangan yang cukup dan distribusi yang lancar, Dedi juga menjamin harga pangan dalam kondisi terjangkau.

Stok Pangan Nasional Aman, Polri Minta Masyarakat Tak  Panic Buying (Jonathan Simanjuntak/iNews Media Group)

IDXChannel - Polri meminta masyarakat tak panic buying stok pangan. Pasalnya, stok pangan nasional saat ini dalam kondisi aman.

"Kita dalam kondisi yang aman artinya bahwa masyarakat tidak perlu panik, masyarakat mendapat ketersediaan stok pangan nasional secara mencukupi," kata Wakil Kepala Kepolisian Negara (Wakapolri), Komjen Pol Dedi Prasetyo  di Kompleks Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:
Wamendag Sidak Pasar Ciputat, Stok Pangan Cukup Meski Harga Cabai dan Bawang Melonjak

Dengan ketersediaan pangan yang cukup dan distribusi yang lancar, Dedi juga menjamin harga pangan dalam kondisi terjangkau. Apalagi, tambah dia, pemerintah juga tengah menggelar Gerakan Pangan Murah.

"Dan kita jamin bahwa ketersediaan pangan cukup, kemudian stabilitas harga juga bagian dari yang terpenting agar semuanya bisa terjangkau oleh masyarakat," kata Dedi.

Baca Juga:
Pemerintah Minta Masyarakat Tak Khawatir Stok Pangan dan Energi di Tengah Perang AS vs Iran

Dedi menjelaskan Gerakan Pangan Murah itu salah satunya digelar Polri melalui 36 Polda dan 500 Polres di seluruh Indonesia. Kegiatan ini ditegaskannya juga akan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Baca Juga:
Bulog Jamin Stok Pangan Cukup hingga Akhir 2026, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

"Gerakan Pangan Murah ini sesuai dengan tadi apa yang disampaikan pak Dirut Bulog bersama polri dan stakeholder terkait lainnya kita akan melaksanakan terus setiap bulan. Seperti contoh tahun 2025 dari Polri menyalurkan 195.635 ton beras dari Bulog, beras khususnya SPHP," katanya.

"Artinya bahwa setiap bulan kita bisa melaksanakan itu sesuai dengan target dari Bulog untuk Polri mendapat 10% artinya 80.000 ton yang harus kami di tahun 2026 ini. Jadi akan terus berlanjut sampai bulan Desember 2026," lanjut dia.

Baca Juga:
Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Stok Pangan Demi Redam Inflasi Ramadan

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Wisnus ke Bali Diprediksi Naik Cuma 10 Persen saat Libur Lebaran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
ESDM Buka Potensi RI Impor Minyak dari Rusia: Sepanjang Ada Relaksasi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ditlantas Polda Metro Ungkap Titik Rawan Kecelakaan Selama Arus Mudik
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pentagon: Biaya Serangan 6 Hari Pertama AS ke Iran Capai Rp190 Triliun
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapolres Serang Harap Petugas Operasi Ketupat Punya Komunikasi Publik Baik
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.