JAKARTA, KOMPAS.com — Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, melakukan inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check terhadap bus antar kota sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan yang akan mengangkut penumpang selama periode mudik.
"Kalau persiapan di Priok ini kami sudah melakukan ramp check ya dari kemarin tuh, untuk cek kendaraan, posisi kendaraan laik jalan atau tidak," ucapnya kepada Kompas.com pada Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Terminal Pulogebang Mulai Padat Pemudik, Puncaknya Diprediksi 17 Maret
Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Senin (9/3/2026), petugas memeriksa delapan kendaraan. Dari jumlah tersebut, tiga kendaraan dinyatakan laik jalan, sedangkan lima lainnya tidak laik jalan.
Sandi mengatakan, bus jurusan Merak–Klaten dinyatakan tidak laik jalan karena KPS mati, ban depan kanan vulkanisir, serta pintu darurat terhalang kursi penumpang.
Selain itu, bus rute Baranangsiang–Sumenep juga tidak laik jalan karena pemecah kaca kurang dua unit, ban belakang kiri vulkanisir, dan pintu darurat terhalang kursi penumpang.
"Bus Jakarta-Merak tidak laik karena ban belakang kanan vulkanisir dan alat pemukul kaca kurang dua," katanya.
Selain itu, terdapat dua bus jurusan Jakarta–Sumenep yang juga dinyatakan tidak laik jalan. Satu bus tidak laik karena KPS mati, ban belakang kiri vulkanisir, serta lantai tangga penumpang keropos.
Sementara satu bus lainnya tidak laik karena ban belakang kanan dan kiri vulkanisir serta pintu darurat terhalang kursi penumpang.
Sandi melanjutkan, pada pemeriksaan Selasa (10/3/2026), petugas memeriksa enam kendaraan. Hasilnya, lima kendaraan dinyatakan laik jalan dan satu kendaraan tidak laik jalan.
“Bus jurusan Jakarta-Sumenep tidak laik karena ban belakang kiri gundul, APAR kadaluarsa, serta kelonggaran pada sistem kemudi,” ujarnya.
Baca juga: Takut Kejebak Macet, Warga Mudik Lebih Awal dari Terminal Baranangsiang Bogor
Sementara itu, dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Kamis (12/3/2026), petugas memeriksa lima kendaraan. Empat kendaraan dinyatakan laik jalan dan satu kendaraan tidak laik jalan.
“Bus jurusan Jakarta–Madura tidak laik karena kaca utama depan pecah,” kata Sandi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




