Kapolri Beri Atensi Khusus soal Wakil Koordinator KontraS Disiram Air Keras

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Mabes Polri merespons insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Andrie disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam di Jakarta Pusat.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kejadian ini.

"Dalam kesempatan ini yang perlu kami sampaikan bahwa Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Johnny kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/3).

Johnny Eddizon Isir mengatakan penyidik sudah melakukan sejumlah langkah dalam mengusut kasus ini. Mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga membuat laporkan model A. Laporan model A adalah laporan yang dibuat oleh polisi karena belum ada laporan resmi dari korban.

"Polri telah melakukan langkah-langkah, khususnya penanganan tempat kejadian perkara, demikian juga beberapa rangkaian tindakan penyelidikan yang didasari kepada Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," kata Johnny.

Penanganan kasus ini ditangani Polres Jakarta Pusat dengan dibantu Polda Metro Jaya. Bareskrim Mabes Polri juga membackup.

"Polri juga memastikan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan, bagian daripada penegakan hukum dilakukan secara berbasis ilmiah," kata Johnny.

"Pendalaman terhadap para saksi sedang dilakukan. Khusus untuk saksi korban, pimpinan Polri dan Polri menyampaikan turut prihatin, dan kita mendoakan semoga saksi korban atas nama AY bisa mendapat perawatan dan pulih kembali dan dapat dimintai keterangan," tutur dia.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Andrie baru menghadiri acara podcast bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor YLBHI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KontraS, peristiwa bermula saat Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang. Tiba-tiba, dua pelaku yang berboncengan motor matik - diduga Honda Beat - datang dari arah berlawanan.

Ciri-ciri pelaku yang teridentifikasi: pelaku pertama (pengemudi) mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua (penumpang) menggunakan masker penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru berbahan jeans yang dilipat pendek.

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh. Akibat serangan itu, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelas Dimas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Pejabat Jakarta Menjelma Jadi Model untuk Angkat Pamor Busana Tanah Abang
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Arsenal Teratas, Ini Peluang 6 Klub Inggris ke Perempat Final Liga Champions
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Juventus dan AC Milan Berebut Jay Idzes! Sassuolo Banderol Kapten Timnas Indonesia Rp695 Miliar
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Kunjungi SMPN 43 Bandung, Dubes Kanada Pantau Program Cegah Anemia Remaja
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Cetak Laba Rp1,1 Triliun di 2025, MDIY Siapkan Dividen Minimal 40%
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.