jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan menganggap penyerangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang disiram air keras orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3) kemarin sebagai tindakan pengecut.
"PDI Perjuangan mengecam keras terjadinya tindak kekerasan berupa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus pada hari Kamis malam, 12 Maret 2026," kata Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Advokasi Ronny Talapessy melalui layanan pesan, Jumat (13/3).
BACA JUGA: Berkabung Wafatnya Try Sutrisno, PDIP Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang
Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu menyebut penyiraman air ke Andrie menambah daftar serangan ke orang yang bersuara kritis.
"Peristiwa ini menambah daftar panjang serangan dan teror terhadap pihak-pihak yang bersuara kritis," kata Ronny.
BACA JUGA: Antisipasi Kenaikan Harga Minyak, PDIP Terbitkan 5 Instruksi untuk Kader di Daerah
Dia mengatakan aksi penyerangan terhadap Andrie sebagai bentuk pengingkaran demokrasi dan jelas-jelas melawan hukum.
"Menyerang dan melakukan aksi teror terhadap suara-suara kritis warga negara bukan hanya melawan hukum, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap demokrasi, pengingkaran terhadap konstitusi dan cita-cita kemerdekaan," katanya.
BACA JUGA: Politikus PDIP Meragukan Kemampuan Prabowo Jadi Fasilitator Konflik Iran Vs AS-Israel
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban dari aksi kejahatan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK).
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut Andrie disiram air keras oleh OTK pada Kamis kemarin.
"Mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Dimas seperti dikutip dari pernyataan pers KontraS, Jumat ini.
Dia melanjutkan Andrie disirim OTK setelah melakukan perekaman siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia yang rampung pada Kamis sekitar pukul 23.00 WIB.
Dimas mengatakan Andrie segera dibawa ke rumah sakit demi mendapatkan penanganan secara medis setelah peristiwa penyiraman.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," kata dia. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




