Anggota DPR: Peristiwa Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Harus Dibongkar

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta aparat penegak hukum membongkar secara tuntas kasus penyiraman air keras, terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Rudianto mengatakan bahwa aparat harus mengungkap pelaku sekaligus motif di balik peristiwa yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam tersebut.

"Peristiwa ini harus dibongkar atau diungkap siapa pelaku dan apa yang menjadi motif dari peristiwa penyerangan air keras tersebut,” kata Rudianto kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Rudianto menegaskan, kasus penyerangan itu tidak boleh berhenti pada penyelidikan semata.

Baca juga: Polri Periksa Dua Saksi Terkait Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Politikus Nasdem itu menekankan, penyiraman air keras adalah tindakan kekerasan yang tergolong sebagai tindak kriminal serius.

Untuk itu, pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Tindakan kekerasan dan upaya mencederai fisik melalui penyiraman air keras adalah perilaku kriminal yang harus dimintai pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, aktivis KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, penyiraman itu mengakibatkan Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh.

Baca juga: Polisi Ungkap Ada Dua Terduga Penyiram Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

"Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujar Dimas dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai merekam siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia".

Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB.

Usai disiram air keras, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari hasil pemeriksaan, dia mengalami luka bakar 24 persen.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM," ujar Dimas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Bima Ditangkap
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polusi Tangerang Selatan Paling Buruk Pagi Ini
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Koalisi Masyarakat Sipil  Kutuk Keras Aksi Penyiraman Aktivis Kontras: Pengecut!
• 15 menit lalurealita.co
thumb
Respons Pemerintah soal AS Investigasi Kelebihan Kapasitas & Produksi Manufaktur
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Musim Semi Hadir di Berbagai Wilayah China, Bunga Bermekaran dan Wisata Alam Ramai Dikunjungi
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.