Kisah Lely, Mantan Marketing Bank yang Kini Mengabdi untuk Koperasi Desa Merah Putih di Pasuruan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan: Kesuksesan jalannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melibatkan banyak pihak. Salah satunya peran itu dipegang oleh business assistant (BA) atau pendamping Koperasi Merah Putih. Merekalah yang sejak awal memberi pendampingan agar koperasi bisa beroperasi.

Lely Putri Arum Ningtyas, 25, adalah salah satu BA yang direkrut Kementerian Koperasi untuk menjadi pendamping kopdes. Setiap BA bertanggung jawab mendampingi sepuluh Koperasi Merah Putih agar bisa tumbuh dan berkembang.

"Saya pegang sepuluh desa di tiga kecamatan (di Pasuruan), Kecamatan Pohjentrek, Kecamatan Rejoso, dan Kecamatan Gondangwetan," kata Lely, Kamis, 12 Maret 2026.

Pendamping kopdes merupakan tenaga profesional yang direkrut Kementerian Koperasi untuk mengawal pendirian, legalitas, dan operasional koperasi agar modern dan efektif. Lely sudah menjadi pendamping kopdes sejak Oktober 2025. Para pendamping kopdes ini dikontrak setiap tiga bulan dan dapat terus diperbarui.

Selama menjadi BA, Lely mengaku banyak pengalaman yang didapatkan. Mantan marketing di Bank BNI ini mengatakan salah satu tantangannya adalah menjalin relasi dengan jajaran di desa dan kecamatan.

"Jadi, dari sepuluh daerah tadi, kita harus mendekatkan diri ke pengurusnya, ke kepala desanya, dan juga pengurus desanya, juga ke kecamatan," kata dia.
 

Baca Juga :

83.585 Koperasi Telah Berbadan Hukum, Diharapkan Jadi Mesin Ekonomi Desa

Namun dari pengalaman itu, ia mendapatkan banyak kenalan, terutama di kalangan kedinasan, perangkat desa, perangkat kecamatan, hingga pengurus koperasi. Kini, dari sepuluh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang didampingi, delapan di antaranya sudah dibangun dengan progres mencapai 80 persen. Sisanya, dua KDMP masih dalam proses karena kendala lahan.

"Jadi, lahannya itu berupa lahan basah," ujar dia.

Selain mempersiapkan pendirian dan operasional Koperasi Merah Putih, Lely juga bertugas mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk mereka bisa masuk ke koperasi.


Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. Foto- dok Istimewa

Di beberapa desa yang didampingi, ada pelaku UMKM yang mengajukan produk mereka masuk koperasi, seperti telur dan beras. Pendampingan UMKM ini juga menjadi salah satu tanggung jawab seorang BA.

"Beberapa pengurus itu semangat karena hasil mereka itu melimpah. Jadi, banyak yang kepengin punya brand sendiri," kata dia.

Lely berharap semua Koperasi Merah Putih bisa berjalan sukses, terutama bisa memajukan perekonomian di desa melalui pemberdayaan UMKM. "Terima kasih Pak Presiden (Prabowo Subianto) sudah membantu masyarakat dengan berdirinya Koperasi Desa Merah Putih ini. Karena lewat koperasi, masyarakat itu bisa mandiri, membantu ekonominya itu lebih naik lagi," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Siap Evaluasi Papan FCA, Transparansi Harga Saham Bisa Ditingkatkan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Lengkap Kasus Korupsi Kuota Haji yang Jerat Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Unhas Raih 65 Pendanaan Penelitian Lanjutan BIMA 2026, Peringkat Keenam Nasional
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Dari GIIAS hingga SIAL Vietnam, Seven Event Perluas Jangkauan Pameran Global
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Pemkot Surabaya Beri THR Separuh Gaji untuk PPPK Paruh Waktu
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.