Pantau - Polri bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Polri Salurkan 1.337 Ton Beras ke MasyarakatWakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah kepolisian di Indonesia.
"Kegiatan ini dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres," ungkapnya.
Dalam program tersebut, Polri menyalurkan sekitar 1.337.375 kilogram atau sekitar 1.337 ton beras kepada masyarakat di berbagai daerah.
Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, tepung, serta kebutuhan pokok penting lainnya dengan harga terjangkau.
Program Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idul Fitri.
Sasar Ribuan Warga dan Pastikan Stok AmanDi wilayah Polda Metro Jaya, kegiatan ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat.
Penerima manfaat tersebut terdiri dari buruh, pengemudi ojek daring, masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, serta unsur keamanan lingkungan seperti linmas dan pokdar kamtibmas.
Selain penyaluran bahan pangan, Polri juga menyelenggarakan bakti kesehatan kepada sekitar 3.000 masyarakat.
Dedi Prasetyo menegaskan kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.
"Artinya, masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan stok pangan nasional masih sangat mencukupi," ujarnya.
Ia menambahkan program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilakukan menjelang Idul Fitri, tetapi akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga akhir tahun 2026.
Pada tahun 2026, Polri mendapatkan kuota sekitar 80.000 ton beras dari Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program distribusi pangan.
"Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan pangan kepada masyarakat," kata Dedi.
Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah MaretDirektur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Bulog dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025 dan kembali digelar pada tahun 2026 untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dilaksanakan secara masif bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan kementerian terkait untuk mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.
Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.
"Kami melaporkan bahwa stok beras nasional sampai hari ini mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka," ujarnya.
Ia memperkirakan pada akhir Maret 2026 stok beras nasional dapat mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton.
Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun 2026, total stok beras nasional diproyeksikan bisa melampaui 5 juta ton pada akhir tahun.
Pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pangan nasional dapat terjaga hingga akhir tahun 2026 sehingga masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan aman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.




