Jakarta: Peningkatan konsumsi kerap terjadi jelang Hari Raya Idulfitri. Berbagai kebutuhan seperti pakaian baru, kue kering, hingga biaya mudik jadi pengeluaran wajib menyambut momen lebaran.
Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unai), Tika Widiastuti menilai bahwa peningkatan konsumsi menjelang hari besar merupakan hal yang wajar. Meski demikian, jangan sampai hal tersebut membebani kondisi keuangan.
Melansir laman Unair, berikut tips menjaga keuangan saat lebaran tetap aman.
Baca Juga :
Jangan Boros! Berikut Tips Mengelola THRTika menyebut bahwa salah satu kesalahan finansial yang sering terjadi menjelang hari besar seperti hari raya, yakni tidak memprioritaskan kebutuhan utama. Dalam praktiknya, masyarakat sering kali langsung memenuhi kebutuhan tanpa adanya prioritas kebutuhan utama.
Dia menyebut, prinsip ekonomi islam bisa digunakan untuk menentukan kebutuhan yaitu dharuriyah (kebutuhan pokok), hajiyah (kebutuhan penunjang), dan tahsiniyah (kebutuhan pelengkap). Kesalahannya itu adalah cenderung pada pemenuhan atau pemuasan keinginan.
Ilustrasi Pexels
"Karena, yang disebut keinginan itu apabila itu dipenuhi sebenarnya biaya yang dikeluarkan itu tidak sebanding dengan benefitnya," jelasnya.
Perencanaan Keuangan
Untuk menghindari pengeluaran berlebihan, Tika menekankan pentingnya perencanaan keuangan sebelum menyambut lebaran. Dia memberikan tips agar masyarakat menyusun daftar kebutuhan wajib, seperti biaya transportasi mudik, biaya makanan saat lebaran, atau oleh-oleh untuk keluarga.
"Kalau kalian punya pemasukan tambahan, yang boleh dipakai hanya sekitar 70 persen untuk kebutuhan lebaran. Sementara, sisanya bisa disimpan untuk kebutuhan tidak terduga," katanya.
Tika mengingatkan bahwa makna lebaran tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Dia mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki guna membantu keluarga atau orang lain yang membutuhkan.
"Rezeki yang kita miliki itu kan bukan hanya untuk diri kita sendiri, sebagiannya adalah titipan yang bisa kita gunakan untuk membantu orang yang lebih membutuhkan," ucapnya.




