TEHERAN, KOMPAS.TV - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei merilis pernyataan perdana usai dilantik menjadi pemimpin Iran, Kamis (12/3/2026). Dalam pernyataan tertulis yang dirilis media Iran, Press TV, Khamenei menyatakan negaranya akan terus membela diri dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mojtaba Khamenei menegaskan rakyat Iran berkehendak untuk bertahan dari agresi AS-Israel. Khamenei pun menyebut pihaknya tetap akan menutup Selat Hormuz selama perang.
"Keinginan rakyat adalah terus mempertahankan diri dengan efektif, dan kehadiran mereka di sini harus tetap dijaga. Selat Hormuz harus tetap ditutup," kata Mojtaba Khamenei dikutip Press TV.
Baca Juga: Luhut: Tak Perlu Khawatir Berlebihan soal Dampak Perang Iran, Penyeberangan Selat Hormuz Membaik
Khamenei kemudian menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Iran dan komunitas Muslim dunia, khususnya mereka yang terdampak serangan AS dan Israel.
Setelah dilantik menggantikan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba mengakui tugas yang diembannya akan sangat berat. Mojtaba Khamenei pun meminta rakyat Iran tetap bersatu di tengah ancaman AS-Israel.
"Duduk di posisi yang sebelumnya ditempati dua pemimpin besar, Imam Khomeini dan Syuhada Khamenei, adalah tugas yang berat," kata Mojtaba Khamenei.
"Kursi ini dulunya ditempati seseorang yang, setelah lebih dari 60 tahun berjihad untuk Allah dan mengorbankan segala bentuk kenikmatan dan kenyamanan, menjadi permata berkilau dan sosok yang luar biasa, tidak hanya pada masa kita, tetapi juga dalam sejarah pemimpin negara ini."
Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, melalui musyawarah Majelis Pakar Iran pada Minggu (8/3/2026). Ayatollah Ali Khamenei terbunuh serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026 lalu.
Baca Juga: Prabowo Pertimbangkan Pengurangan Hari Kerja, Antisipasi Dampak Perang Panjang di Timur Tengah
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- mojtaba khamenei
- pernyataan perdana mojtaba khamenei
- pemimpin tertinggi iran
- perang iran
- selat hormuz





