Purbaya Sebut Ada Ekonom Aneh, Bantah Indonesia Sedang Menuju Resesi

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah pernyataan sejumlah kalangan yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang menuju resesi. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Purbaya mengatakan berbagai indikator ekonomi justru menunjukkan tren penguatan akselerasi pertumbuhan. Salah satunya adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari 2026.

Angka tersebut merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menandakan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi.

Baca Juga
  • Skenario Terburuk Perang, Airlangga Ungkap Defisit APBN Bisa Tembus 4 Persen
  • APBN dalam Tekanan, Perlukah Defisit Diperlebar Lebih dari 3 Persen?
  • Defisit APBN Capai Rp 135,7 Triliun, Purbaya Pastikan APBN 2026 Belum Perlu Revisi

"Katanya kita sudah resesi. Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya. Padahal kalau kita lihat dari tadi, PMI naik ke level yang tinggi. Terus kita lihat Mandiri MSI, Mandiri Index, itu sekarang di 360,7 dan kita lihat trennya naik ke atas," ujar Purbaya.

Ia menjelaskan data PMI tersebut menunjukkan sisi produksi atau suplai dalam perekonomian tumbuh kuat. Menurutnya, hal ini juga menjadi konfirmasi dari lembaga di luar pemerintah bahwa aktivitas ekonomi Indonesia sedang meningkat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain itu, sejumlah indikator lain juga menunjukkan tren positif. Purbaya menyebut penjualan mobil pada Februari 2026 tumbuh 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja konsumsi juga terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 6,9 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan permintaan domestik tetap kuat.

Menkeu menambahkan optimisme masyarakat juga tercermin dari indeks kepercayaan konsumen yang berada di level 125,2. Level tersebut dinilai cukup tinggi dan mencerminkan meningkatnya keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

"Banyak orang bilang katanya daya beli masyarakat terpukul. Ya, kalau yang lagi susah ya susah tetap, tapi kan kita melihat keadaan umum. Keadaan umum ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi memang daya beli masyarakat membaik," jelas Purbaya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan peninjauan langsung di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026). Kunjungan Purbaya ke pusat grosir pakaian terbesar di Indonesia tersebut dilakukan untuk memantau aktivitas ekonomi riil masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri di tengah dinamika pasar keuangan yang sedang bergejolak. - (Republika/Prayogi)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laporan Intelijen Mengejutkan : Rusia Bantu Iran Melancarkan Serangan Drone ke Militer AS
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Video: Simak! Jadwal Contra Flow Selama Mudik Lebaran 2026
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Tanggapi Kritik Pengamat soal Ekonomi: Ada yang Mau Timbulkan Kecemasan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jokowi Maafkan Rismon Sianipar: Urusan RJ Saya Serahkan ke Kuasa Hukum
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Cak Imin Dorong Kolaborasi Lintas Agama untuk Tekan Kemiskinan di Bulan Ramadan
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.