Pengalaman tersebut terasa sangat personal bagi Erika. Ia mengaku peran tersebut terasa dekat dengan kehidupannya saat ini karena dirinya juga telah menjadi seorang ibu.
“Di sini peran aku kebetulan ini pertama kali aku dapat peran sebagai ibu dan pada kenyataannya sekarang aku sudah menjadi ibu, jadi sangat relate banget untuk aku,” kata Erika Carlina di Jakarta.
Dalam film ini, Erika juga memerankan sosok menantu yang harus beradaptasi dengan dinamika keluarga. Ia menilai posisi menantu dalam keluarga sering kali tidak mudah dijalani.
“Mungkin ada yang relate dalam keluarganya, menjadi menantu itu juga nggak gampang,” ujarnya.
Baca Juga :
Lamaran Berujung Putus karena Selingkuh, Ini Kisah Cinta Erika Carlina dan DJ BravyErika mengaku sempat ragu mengambil proyek drama ini. Selama ini namanya lebih sering dikaitkan dengan film horor sehingga ia merasa kurang percaya diri menjajal genre berbeda.
“Mungkin karena sudah melekat banget sama film horor, aku juga jadi nggak pede main film drama. Cuma Mas Agung ngeyakinin aku bahwa aku harus punya film drama,” katanya.
Sementara itu, Amanda Manopo juga menghadapi tantangan tersendiri saat menjalani proses syuting film ini. Saat produksi berlangsung, ia sedang dalam kondisi hamil muda. Kondisi tersebut membuat Amanda harus ekstra berhati-hati saat menjalani adegan emosional dalam film.
"Challenge-nya aku di film ini itu aku posisinya lagi hamil. Lagi hamil waktu itu dan masih trimester pertama. Jadi aku juga takut kalau syuting drama terus emosional, takut baby-nya kenapa-kenapa,” kata Amanda.
Beruntung, Amanda merasakan dukungan penuh dari seluruh tim produksi selama proses syuting berlangsung sehingga ia bisa menjalani pekerjaannya dengan lebih tenang.
Dalam cerita film, Amanda memerankan anak kedua dari tiga bersaudara dan menjadi satu-satunya anak perempuan di keluarganya. Karakter tersebut membuatnya berperan sebagai penengah di antara saudara-saudaranya.
“Aku anak kedua dari tiga bersaudara dan satu-satunya perempuan. Jadi di film ini aku mencoba jadi penengah, jadi pendengar, dan lebih vokal menyampaikan sesuatu ke kakak dan adik,” tuturnya.
Baca Juga :
Amanda Manopo Sedih Calon Anaknya Jadi Sasaran BullyProduser LEO Pictures, Agung Saputra, menjelaskan bahwa film ini lahir dari keinginannya menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya keluarga. Menurutnya, figur ibu merupakan pusat dari sebuah rumah tangga.
“Yang sangat sayang sama keluarga. Jadi, kalau bikin tema keluarga itu kayak ada sesuatu yang pengin disampaikan kepada penonton Indonesia. Karena ibu adalah rumah, rumah adalah segalanya. Jadi biar anak-anak kembali mengingat bahwa ibu adalah segalanya untuk kehidupan kita baik dulu, masa kini, atau masa nanti,” ujar Agung Saputra.
Film Jangan Buang Ibu mengisahkan Ristiana, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya setelah sang suami meninggal dunia. Ia menjalani kehidupan penuh pengorbanan demi masa depan anak-anaknya.
Namun ketika memasuki masa tua, Ristiana justru harus menghadapi kenyataan pahit ketika dirinya diabaikan oleh anak-anaknya dan akhirnya dititipkan di panti jompo. Kisah ini menggambarkan luka batin dan kesepian seorang ibu yang merindukan kasih sayang keluarganya.
Film produksi Leo Pictures ini juga dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Mpok Atiek, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind. Rencananya film Jangan Buang Ibu akan tayang di bioskop pada momen liburan tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)





