Penulis: Alfin
TVRINews, Ngawi
Ratusan penarik becak lansia di Ngawi menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini membantu para penarik becak bekerja lebih ringan tanpa harus mengayuh secara manual.
Bantuan sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan melalui Gerakan Solidaritas Nasional di Pendopo Wedya Graha, Ngawi. Parno (68), penarik becak yang telah bekerja sejak 1987, mengaku sebelumnya mengandalkan becak kayuh untuk mencari nafkah. Seiring bertambahnya usia, pekerjaan tersebut terasa semakin berat, terutama ketika melewati jalan menanjak atau saat hujan turun.
"Susah mengayuh becak ontel, terutama ketika jalannya menanjak dan menurun karena saya memiliki penumpang untuk diangkut," ujar Parno ketika ditemui, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia juga kerap menghadapi kendala teknis seperti ban kempis atau rantai putus saat mengoperasikan becak kayuh.
Kini kondisi itu berubah setelah menerima becak listrik. Parno menilai kendaraan tersebut jauh lebih mudah dioperasikan dan membantu menghemat tenaga saat bekerja.
"Becak listrik ini beda banyak dibanding becak ontel. Tinggal gas, sehingga tidak perlu capek, tidak terengah-engah, dan tidak mandi keringat," imbuhnya.
Program bantuan becak listrik ini ditujukan bagi penarik becak lanjut usia yang selama ini menggantungkan penghasilan dari tenaga fisik. Kendaraan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan sekaligus meringankan beban kerja mereka.
Hal serupa disampaikan Barwo (70), penarik becak lain di Ngawi. Ia merasa terbantu karena tidak perlu lagi mengayuh dengan tenaga besar ketika bekerja.
"Becak listrik ini tinggal menyetir saja, tidak perlu mengayuh," tutur Barwo. "Jadi alhamdulillah, terima kasih banyak Pak Prabowo atas becaknya. Tidak pakai uang, tidak pakai bayar, sudah tinggal pakai langsung, sudah enak," pungkas dia.
Editor: Redaksi TVRINews





