Dari Makassar, HMI MPO Kutuk Penganiayaan Keji Oknum terhadap Aktivis KontraS

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Makassar, Muhammad Asri, mengutuk keras tindakan penyiraman terhadap Andrie Yunus, aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Jumat, (13/3/2026).

‎‎Asri menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan, sekaligus mencederai nilai kemanusiaan serta prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi di Indonesia.‎‎

“Kami mengutuk keras tindakan penyiraman terhadap Andrie Yunus. Kekerasan seperti ini tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan dan demokrasi yang seharusnya kita jaga bersama,” ujar Muhammad Asri kepada Katalisator saat dihubungi melalui WhatsApp pada Jumat, (13/3/2026).

‎‎Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan. Menurutnya, pengungkapan pelaku dan motif di balik penyerangan sangat penting agar tidak menimbulkan ketakutan di kalangan aktivis maupun masyarakat sipil.‎‎

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Pelaku serta motif di balik penyerangan harus diungkap agar tidak menimbulkan rasa takut bagi aktivis dan masyarakat sipil yang selama ini menyuarakan kritik,” tegasnya.‎‎

Lebih lanjut, Asri menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat. Ia menilai negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan masyarakat sipil yang memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia.‎‎

“Segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis adalah ancaman nyata terhadap kebebasan bersuara. Negara harus hadir memberikan perlindungan bagi masyarakat sipil yang memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia,” pungkasnya.‎‎

Ia berharap aparat dapat segera mengambil langkah konkret dalam menangani kasus tersebut agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga serta memastikan ruang demokrasi tetap aman bagi semua pihak.‎ (rls)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuis Tebak Nama Kue Lebaran dari Emoji
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Langka! Ikan “Hari Kiamat” Raksasa Muncul di Pantai Meksiko 
• 36 detik laluerabaru.net
thumb
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Kena OTT KPK, 26 Orang Juga Ditangkap
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Cegah Penimbunan, Satgas Pangan Polda Jabar Pantau Pasar Tradisional
• 37 detik lalurepublika.co.id
thumb
Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Tertibkan Warung Kumuh di Lembang sampai Beri Uang Kompensasi Rp 7 Juta
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.