Grid.ID - Dedi Mulyadi kini berikan mobil dinas untuk menjadi ambulans keliling. Gubernur Jabar sebut hal itu untuk layani kesehatan masyarakat keliling daerah.
Dedi Mulyadi kini kembali membuat gebrakan baru di kepemimpinannya. Gubernur Jabar itu menjadikan mobil dinasnya sebagai ambulans keliling.
Terbaru, mobil dinas Dedi Mulyadi disulap jadi ambulans keliling. Gubernur Jabar sebut hal itu untuk layani kesehatan masyarakat keliling daerah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi melalui unggahan terbarunya di akun Instagram pada Jumat (13/3/2026). Dalam video yang dibagikan itu, Dedi Mulyadi tampak memperlihatkan dirinya sedang berbaring di atas tempat tidur perawatan yang berada di dalam sebuah mobil ambulans.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak sedang sakit. Gubernur Jawa Barat tersebut hanya ingin mencoba langsung fasilitas layanan kesehatan yang tersedia di dalam ambulans tersebut.
Dedi Mulyadi kemudian menjelaskan bahwa kendaraan ambulans itu sebelumnya merupakan mobil dinas yang digunakan oleh Gubernur Jawa Barat. Akan tetapi, ia memutuskan untuk mengalihfungsikan kendaraan tersebut menjadi ambulans guna menambah layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Jadi ini adalah mobil dinas gubernur Jabar dulu, sekarang diubah menjadi mobil layanan kesehatan masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi.
Diketahui sebelumnya kendaraan bermerek Mercedes-Benz tipe Mercedes‑Benz Sprinter tersebut awalnya digunakan sebagai mobil minibus berukuran besar. Setelah dialihfungsikan menjadi ambulans, kendaraan itu kini dilengkapi berbagai fasilitas untuk memberikan layanan medis secara menyeluruh.
Fasilitas yang tersedia mencakup pemeriksaan kesehatan jantung, layanan bagi ibu hamil, hingga penanganan proses persalinan. Bertepatan dengan periode arus mudik Lebaran, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa ambulans tersebut sudah siap dioperasikan untuk memberikan pelayanan.
Terutama bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik dan mengalami kondisi darurat di tengah perjalanan.
Gubernur Jawa Barat yang dikenal dengan sapaan KDM itu juga mengungkapkan bahwa jumlah ambulans yang disiapkan untuk melayani warga mencapai lima unit. Ke depan, kendaraan-kendaraan ambulans tersebut akan berkeliling ke berbagai wilayah guna menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi sempat singgah ke RSUD Pameungpeuk Garut saat melakukan perjalanan touring menggunakan sepeda motor di jalur selatan jalan provinsi Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau secara langsung mutu layanan kesehatan yang tersedia di kawasan yang tergolong terpencil itu.
Ketika berdialog dengan salah satu pimpinan rumah sakit, terungkap bahwa RSUD Pameungpeuk Garut masih menghadapi sejumlah kendala dalam operasionalnya.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Dedi Mulyadi mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar guna meningkatkan fasilitas serta pengembangan bangunan rumah sakit. Selain itu, ia juga berencana menambah insentif bagi para dokter yang bertugas di wilayah terpencil agar pelayanan kesehatan dapat lebih optimal.
Diketahui, RSUD Pameungpeuk Garut merupakan salah satu rumah sakit milik provinsi Jawa Barat yang melayani sekitar 300 hingga 400 pasien setiap harinya.
Fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya melayani warga setempat, tetapi juga pasien dari wilayah perbatasan seperti Garut Selatan, Tasikmalaya Selatan, hingga Cianjur Selatan (Sindangbarang). Banyak warga memilih berobat ke rumah sakit ini karena jaraknya lebih dekat dibandingkan harus menuju pusat kota Cianjur.
Meski demikian, sejumlah pasien dari wilayah perbatasan Cianjur kerap mengalami kendala terkait aturan rujukan BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan administrasi domisili. Hal ini terutama dialami warga Sindangbarang yang ingin mendapatkan pelayanan di RSUD Pameungpeuk Garut karena adanya perbedaan wilayah kabupaten, meskipun rumah sakit tersebut merupakan fasilitas milik pemerintah provinsi.
Menanggapi permasalahan tersebut, Dedi Mulyadi kemudian meminta Bupati Cianjur untuk segera menuntaskan persoalan administratif yang menghambat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Pak Bupati, yang warga Cianjur Selatan nanti berobatnya ke sini, karena jaraknya kan lebih dekat ke sini.”
“Soal kendala administrasi dibenerin aja, kan pendekatannya bukan hanya domisili, tapi letak, terus ini kan rumah sakitnya provinsi, nanti dibenarin Pak Bupati,” instruksi Dedi Mulyadi, dikutip Tribunjabar.id dari tayangan Lembur Pakuan Channel. (*)
Artikel Asli




