Naas Ibu di Sleman Ditipu: Gagal Pakai Gamis Seragam dengan Keluarga

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Angan-angan Atma (perempuan, 33 tahun) asal Kabupaten Sleman untuk mengenakan baju gamis Lebaran seragam dengan anak dan suaminya pupus. Ia ditipu penjual gamis abal-abal di Instagram.

Cerita ini bermula dari tergiurnya Atma, melihat iklan gamis di Instagram beberapa hari lalu. Tanpa curiga, dia kemudian mengunjungi profil akun penjual tersebut.

"Sebenarnya nggak langsung beli sih. Iklan dari akun itu tuh muncul beberapa kali," kata Atma dihubungi, Sabtu (14/3).

"Nah yang terakhir langsung beli karena memang sebenarnya pengin baju seragam sama suami dan anak. Dan ini jadi baju seragam pertamaku juga," kisahnya.

Sebelum membeli, Atma sempat mencari akun penjual lain. Tapi dia merasa tidak cocok dengan modelnya.

Atma mengaku tak ada rasa curiga dengan akun penjual abal-abal ini karena memiliki banyak pengikut.

"Akunnya punya banyak pengikut, terus di bagian sorotan Instagram itu juga ada proses produksinya, terus bukti transfer dari konsumen. Dan murah banget. Akhirnya ya memutuskan untuk beli, karena sekilas meyakinkan," katanya.

Saat bertransaksi dengan penjual, Atma yakin, sebab penjual itu responsif dan meyakinkan.

"Aku kirim alamat lengkap terus akhirnya transfer," bebernya.

Atma mentransfer uang sebesar Rp 260 ribu. Bagi Atma, harga itu cukup murah untuk setelan baju sekeluarga. Setelah mentransfer, Atma diminta admin untuk menghubungi nomor lain yang katanya pemilik bisnis tersebut. Di sini kecurigaan mulai timbul.

"Aku akhirnya chat pesananku sebelumnya ke nomor yang ngaku owner," katanya.

Dihubungi Nomor Asing

Berselang dua hari, Atma ditelepon nomor asing. Penelepon mengaku sebagai aparat, yang menyebut bahwa pesanan Atma ditahan karena tak punya legalitas.

"Seketika sadar lah kalau kena tipu," jelasnya.

Atma kemudian sempat bilang ke si penelepon akan datang ke instansi yang penelepon sebut. Namun, telepon kemudian ditutup dan nomor Atma diblokir.

"Aku memaksa ke kantor (instansi yang dicatut) tapi dia tidak memperbolehkan. Katanya nunggu surat perintah. Saya paksa, terus saya diblokir," katanya.

Atma tak melaporkan kasus ini ke kepolisian. Menurutnya ini jadi pembelajaran bagi dirinya pribadi. Dia berharap tidak ada masyarakat lainnya yang kena tipu seperti dirinya.

"Kasihan kalau ada korban lain. Apalagi si penipu ini buka reseller juga kayaknya. Kalau ketipu bisnis kan kasihan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OTT KPK, Pak Marno Sempat Menghubungi Sekda Cilacap, tetapi Tidak Dijawab
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Menhub Pastikan Diskon Transportasi Tepat Sasaran: Melanggar Diberi Sanksi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Aktifkan Satkamling saat Mudik Lebaran dan Siapkan Penitipan Kendaraan Gratis
• 19 jam laluokezone.com
thumb
KPK Jerat 2 Tersangka Terkait OTT Bupati Cilacap
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
ITS Berangkatkan 27 Bus Mudik Gratis untuk 1.180 Sivitas Akademika ke Berbagai Daerah di Pulau Jawa
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.