Mudik 2026 Diprediksi Pecah 2 Puncak, Pengamat Soroti Tantangan Maritim

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Lampung 

Tradisi mudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah diproyeksikan memicu mobilitas besar dengan estimasi mencapai 144 juta pergerakan orang di seluruh Indonesia. 

Fenomena migrasi tahunan ini dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim.

Pengamat maritim dari IKAL Strategic Center Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa menilai Mudik 2026 menghadirkan dinamika baru yang perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah dan operator transportasi laut.

Menurutnya, kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) berpotensi mengubah pola arus mudik. Ia memperkirakan akan terjadi dua puncak pergerakan pemudik pada 16 dan 18 Maret. 

Fleksibilitas waktu kerja membuat masyarakat bisa berangkat lebih awal tanpa menunggu cuti bersama resmi.

“Dari sisi manajemen trafik ini membantu memecah konsentrasi massa. Namun, konsekuensinya adalah kebutuhan kesiapan armada dan stamina petugas lapangan dalam durasi operasional yang lebih panjang,” ujar Capt. Hakeng kepada tvrinews.com, Sabtu, 14 Maret 2026.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keadilan mobilitas di wilayah Indonesia Timur. 

Di kawasan pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Pelindo Regional 4, jumlah penumpang diperkirakan mencapai ratusan ribu orang. 

Transportasi laut di wilayah tersebut dinilai bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan utama masyarakat.

Pengawasan distribusi program mudik gratis juga menjadi sorotan. 

Ia mengingatkan potensi praktik percaloan yang dapat menghambat akses masyarakat terhadap layanan transportasi, khususnya di daerah kepulauan.

Dalam aspek keselamatan, digitalisasi tiket melalui aplikasi seperti Ferizy dan PELNI Mobile dinilai membawa kemudahan sekaligus risiko baru.

Peredaran tiket palsu dikhawatirkan memengaruhi akurasi manifes penumpang dan perhitungan stabilitas kapal, termasuk penyediaan alat keselamatan.

Ia juga menyoroti meningkatnya penggunaan kendaraan listrik oleh pemudik. Operator kapal diminta menyiapkan pelatihan khusus bagi kru terkait penanganan potensi kebakaran baterai serta menyediakan alat pemadam yang sesuai.

Faktor cuaca turut menjadi perhatian. Periode Maret yang memasuki masa pancaroba dinilai rawan cuaca ekstrem sehingga nakhoda diimbau mengutamakan keselamatan penumpang dibanding mengejar jadwal keberangkatan.

Tantangan lain muncul karena arus mudik tahun ini berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret. 

Penghentian sementara penyeberangan di sejumlah lintas strategis dinilai sebagai bentuk toleransi, namun membutuhkan pengelolaan kantong parkir dan fasilitas dasar agar tidak menimbulkan kepadatan di pelabuhan.

Ia menilai mudik dapat menjadi “laboratorium” untuk menguji kesiapan Indonesia menuju visi Poros Maritim Dunia. 

Dengan kapasitas angkut laut nasional yang masih terbatas dibanding total pergerakan penduduk, modernisasi pelabuhan dan penguatan industri pelayaran disebut menjadi langkah penting ke depan.

“Mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi ujian ketangguhan infrastruktur dan kedaulatan logistik nasional,” ucap Capt. Hakeng.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai OTT Bupati Cilacap, KPK Ingatkan Pejabat Tak Korupsi Saat Lebaran
• 33 menit lalukompas.com
thumb
42 Lokasi SPKLU di Rest Area Tol Jawa Trans, Jasa Marga: Bisa Sekalian Tempat Istirahat Pemudik Lebaran 2026
• 8 jam laludisway.id
thumb
Soal Wacana KPU Jadi Cabang Kekuasaan Keempat, Bamsoet: Perlu Dikaji Mendalam
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Menhub Minta Tradisi Sapu Koin Pantura Dihentikan Sementara Saat Mudik: Membahayakan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
PSV Berpeluang Cetak Sejarah Akhir Pekan Ini, Kunci Gelar Juara Eredivisie Tercepat
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.