Andrie Yunus, Aktivis HAM yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Ternyata Lulusan Kampus Hukum Ini

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Nama Andrie Yunus mendadak menjadi sorotan publik setelah dirinya menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Kejadian bermula sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I menuju Talang, Jakarta Pusat.
 
Saat itu, tiba-tiba dua pelaku berboncengan datang melawan arah lalu menyiramkan cairan berbahaya ke tubuhnya. Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24% di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata, dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
 
Sebelum membahas lebih lanjut sosok di balik kasus yang mengguncang publik ini, yuk berkenalan lebih dekat dengan Andrie Yunus dan perjalanan hidupnya. Siapa Itu Andrie Yunus? Andrie Yunus merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Melansir dari laman kontras.or.id, KontraS pertama kali berdiri pada 20 Maret 1998 sebagai gugus tugas yang dibentuk oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil dan tokoh masyarakat.

Lembaga ini lahir sebagai respons atas maraknya praktik kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, khususnya untuk menangani kasus-kasus penghilangan orang secara paksa. Seiring berjalannya waktu, KontraS berkembang dan kini hadir dalam bentuk federasi yang beranggotakan KontraS Aceh, KontraS Sumatera Utara, KontraS Jawa Timur, KontraS Sulawesi, KontraS Nusa Tenggara, dan KontraS Papua.
 
Federasi KontraS resmi terbentuk melalui kongres pertamanya pada 24 Juli 2004 dengan tujuan memperkuat jaringan advokasi HAM secara lokal, nasional, maupun internasional. Saat ini, sekretariat Federasi KontraS berkedudukan di Surabaya dengan kantor penghubung di Jakarta.
 
Kembali ke kasus yang menimpa Andrie, serangan ini pun langsung memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Komnas HAM menilai serangan terhadap Andrie bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan patut diduga kuat sebagai bagian dari serangan yang ditujukan kepada para pembela hak asasi manusia.
 
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah bahkan mendesak kepolisian agar menangani kasus ini secara independen, cepat, transparan, dan akuntabel demi memastikan keadilan bagi korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali. Tak hanya Komnas HAM, pemerintah pun turut angkat suara.
 
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan harus diproses sesuai hukum yang berlaku, sementara Menteri HAM Natalius Pigai mengecam keras aksi tersebut dan menyebut premanisme tidak boleh dibiarkan hidup di negara hukum dan demokrasi seperti Indonesia.
 
“Saya sudah kecam, tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini. Negara ini adalah negara damai, aman, dan tidak boleh pernah melakukan kekerasan, apalagi menyiram air keras kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar Pigai.
 
Nah, setelah mengetahui latar belakang kasusnya, saatnya mengenal lebih jauh sosok Andrie Yunus melalui rekam jejak karier dan pendidikannya. Jejak Karier Andrie Yunus Melansir dari akun LinkedIn pribadinya (linkedin.com/in/andrieyunus), Andrie Yunus merupakan seorang aktivis dan praktisi hukum yang berbasis di Area DKI Jakarta dan telah memiliki lebih dari 500 koneksi profesional. Berikut perjalanan kariernya:
  1. Deputy Coordinator for External Affairs – KontraS (Februari 2025 - sekarang)
  2. Head of Human Rights Advocacy - KontraS (September 2023 - Februari 2025)
  3. Public Interest Lawyer (Maret 2022 - November 2023)
  4. Public Interest Lawyer Assistant – LBH Jakarta, The Jakarta Legal Aid Institute (Desember 2020–Januari 2022)
  5. Legal Intern – LBH Jakarta, The Jakarta Legal Aid Institute (September 2019–Januari 2020)
  6. Legal Intern – LBH APIK Jakarta (Juni 2019 - Agustus 2019)
Jejak Pendidikan Andrie Yunus Dalam dunia pendidikan, Andrie menempuh pendidikan tinggi di Indonesia Jentera School of Law dengan gelar Bachelor of Laws (LLB) di bidang Hukum Konstitusi dan Legisprudensi pada 2016 hingga 2020.
 
Dengan rekam jejak yang panjang di dunia advokasi dan penegakan HAM, Andrie Yunus merupakan salah satu figur penting dalam gerakan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Kasus penyiraman air keras yang menimpanya kini menjadi perhatian serius berbagai pihak, dan publik berharap proses hukum dapat berjalan tuntas demi keadilan bagi korban.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jumlah Pemudik Diprediksi Naik 5 Persen di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KAI Services Gelar Kegiatan Buka Bersama Porter Serentak di 15 Stasiun
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Investor Kakap Amerika Serikat Bilang Stablecoin Akan Jadi Sistem Pembayaran Global, Ini Alasannya
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Potongan THR 2 Juta Bikin PJLP DKI Jakarta Ubah Rencana Lebaran
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Polri cek kesiapan Pos Gadog dan Gunung Mas jelang Lebaran
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.