Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono, menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim Lebaran tahun ini serta mengingatkan pentingnya kolaborasi antar-pengelola fasilitas transportasi serta pemudik untuk menjaga kebersihan.
“Kita sedang lihat persiapan mudik, tapi tentunya karena dari kami dari KLH, kami fokus dengan pengelolaan sampahnya, kita dengar akan ada peningkatan pemudik sekitar 20 persen di Stasiun Tegal sendiri dan bisa lebih, artinya sampah yang ditimbulkan akan naik, jadi kami harap dari para pemudik dan pengelola transportasi untuk menjaga fasilitas umum agar tetap bersih dari sampah,” kata Diaz, dikutip dari siaran persnya, Minggu, 15 Maret 2026.
Diaz juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah simpul transportasi yang telah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang baik, termasuk tempat sampah terpilah serta penyediaan dispenser air minum gratis bagi penumpang, seperti di Stasiun Cirebon dan Stasiun Tegal.
“Kami apresiasi sudah ada tempat pemilahan tong sampah yang memisahkan antara sampah organik, anorganik, dan B3, PT KAI sudah memilah sampah dari sumbernya, saya mohon kerja sama masyarakat pemudik agar tidak mencampur lagi sampah yang dibuang supaya tidak susah lagi di hilir untuk pengelolaan sampahnya," ujar Diaz.
Selain itu, Diaz turut berbicara dengan para pemudik. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan tempat makan, tumbler serta alat P3K untuk para pemudik.
“Kami dari KLH mau ngasih tempat makan sama tumbler agar tidak lagi pake plastik sekali pakai. Saya lihat ada water dispenser sehingga orang bisa secara gratis isi air kapanpun juga, tapi harus punya tumbler sendiri, sehingga tidak menggunakan botol plastik sekali pakai,” jelasnya kepada para pemudik.
Ia menambahkan, simpul transportasi juga dapat bekerja sama dengan kelompok swadaya masyarakat yang mengelola fasilitas seperti bank sampah dan TPS3R agar mengurangi beban sampah yang terbuang ke TPA.
“Kemungkinan perlu ada kerjasama dengan Bank Sampah terdekat ini untuk mengambil sampah yang high value lalu nanti yang low value atau no value at all bisa dibawa ke TPA,” tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews





