Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Jakarta
Menjelang FIFA World Cup 2026, LPP TVRI mengajak masyarakat menikmati pertandingan secara sehat, bukan ruang taruhan. Seruan ini juga menjadi bagian dari dukungan TVRI terhadap upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas praktik taruhan atau judi, khususnya judi online (judol).
Fenomena judol telah menjadi darurat sosial di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran dana judol pada tahun 2025 mencapai Rp286,84 triliun dalam 422,1 juta transaksi. Aktivitas ini juga melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit judol dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Selain merugikan secara ekonomi, praktik taruhan secara daring ini juga menimbulkan berbagai dampak sosial. Banyak kasus menunjukkan masyarakat terjerat utang, kehilangan tabungan keluarga, hingga terlibat dalam tindak kriminal akibat kecanduan. Generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan karena mudah terpapar melalui platform digital.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penanganan judol.
“Presiden Prabowo berkali-kali di berbagai forum dan kesempatan menjelaskan judol adalah ancaman serius yang merusak tatanan bangsa. Benang merah dari pesan Presiden itu satu, praktik judi online harus diberantas. Karena itu kami di TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki peran penting dalam literasi dan edukasi kepada masyarakat, agar kegembiraan Piala Dunia tidak ternodai oleh aktivitas taruhan-taruhan itu,” ujar Ezki dalam keterangannya, Minggu, 15 Maret 2026.
Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan banyak orang dalam satu momen yang sama. Ketika pertandingan Piala Dunia dimulai pada 11 Juni 2026, jutaan orang akan berkumpul di berbagai tempat dalam kegiatan nonton bareng.
Namun ia mengingatkan, momen kebersamaan itu tidak boleh dirusak oleh ajang taruhan.
“Piala Dunia itu hiburan rakyat, bukan panggung judi. Ketika pertandingan dimulai, orang berkumpul untuk bersorak dan berbagi kegembiraan. Jangan sampai perayaan yang seharusnya menyatukan ini justru berubah menjadi ruang taruhan,” kata Ezki.
Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, TVRI tidak hanya menghadirkan siaran pertandingan tetapi juga mengemban tanggung jawab sosial untuk mengedukasi masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews





