Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga mewaspadai gelombang setinggi empat meter di perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 19 Maret 2026," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Maritim Bitung, Ricky D Aror di Manado, dilansir dari Antara, Senin, 16 Maret 2026.
Ricky menyebutkan tinggi gelombang antara 2,5 meter hingga empat meter (tinggi) diperkirakan terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan Laut Maluku.
Sementara itu, tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga empat meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan utara Provinsi Sulawesi Utara, serta perairan Selatan Sulawesi Utara.
Ketinggian gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter tersebut berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) serta perairan Kabupaten Kepulauan l Sangihe.
Ricky menjelaskan melambatnya kecepatan angin yang masuk dari utara Sulawesi mengakibatkan konvergensi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan awan.
Secara umum arah bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan rata-rata antara 8 - 20 knot.
Gelombang tinggi di pantai Ampenan, Mataram, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Dia berharap warga mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kapal tongkang memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Kapal Feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.




