Ketua FCC Peringatkan Awak Media soal Liputan Perang Iran Usai Trump Kritik Media

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Brendan Carr Ketua Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) kembali mengkritik dan mengancam para penyiar terkait konten yang mereka tayangkan. Kritiknya kali ini merujuk pada kritikan Donald Trump Presiden AS terhadap pemberitaan media terkait perang dengan Iran.

Reuters melaporkan, kritikan tersebut di tulis Carr di platform X yang menyatakan bahwa penyiar yang menayangkan “berita tak benar” dari penilaiannya, maka harus merevisinya sebelum perpanjangan lisensi mereka tiba. Pernyataan itu disertai dengan tangkapan layar unggahan Trump di Truth Social.

Di hari yang sama ia menuduh awak media seperti The New York Times, The Wall Street Journal, serta surat kabar dan media lainnya telah melakukan pemberitaan yang tak semestinya mengenai perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Carr menegaskan bahwa awak media seharusnya bertindak demi kepentingan publik atau jika tidak, maka konsekuensi mereka adalah dengan kehilangan lisensi.

FCC sendiri merupakan lembaga yang mengeluarkan lisensi bagi stasiun televisi dan radio di Amerika Serikat. Namun lembaga ini tidak mengatur media yang hanya beroperasi secara daring atau melalui media cetak, seperti The New York Times dan The Wall Street Journal.

Carr sebelumnya telah berulang kali mengatakan bahwa ia ingin menegakkan kewajiban kepentingan publik bagi penyiar yang menggunakan frekuensi publik. Yang di mana menurut penilaiannya, selama ini kewajiban tersebut tidak dijalankan secara optimal oleh FCC.

Dalam unggahan lainnya pada Sabtu (14/3/2026) Carr juga menyinggung adanya sebuah tipuan dan distorsi selama kampanye pemilihan presiden 2024 dan menyatakan bahwa publik telah kehilangan kepercayaan terhadap media.

Dengan menyertakan unggahan Trump tersebut, Carr untuk pertama kalinya memperluas kritiknya terhadap liputan media terkait perang.

Trump sendiri kerap menuding pemberitaan hoax yang dilakukan media. Ia menyebutkan seperti ketika media memuat laporan yang dianggapnya kritis terhadap dirinya. Ia juga pernah menyerukan agar lisensi penyiar dicabut jika dinilai bersikap seperti itu lagi dan menganggap tindakan tersebut sebagai perilaku tidak adil.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat serta beberapa tokoh Partai Republik mengkritik tekanan pemerintahan Trump terhadap lembaga penyiaran. Di sisi lain, Carr menilai bahwa survei yang menunjukkan rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap media justru mendukung sikapnya ini.(mar/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bongkar Syarat Rujuk Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Siap Lakukan Apa Saja untuk Pertahankan Rumah Tangga
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Antrean Kendaraan Pemudik ke Pelabuhan Gilimanuk Capai 45 KM
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Aditya Zoni Ungkap Alasan Ammar Zoni Berkali-kali Terjerat Narkoba, Akui Sang Kakak Pernah Minta Pertolongan
• 4 jam lalugrid.id
thumb
DPR: Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Bentuk Teror Demokrasi
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Legislator Golkar Hamka B Kady Bedah Isu Krusial Transportasi Online dalam RUU LLAJ
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.