Liputan6.com, Jakarta - Wamenhut atau Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan, persiapan terus dilakukan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melakukan sekitar 35 Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada tahun ini mengingat terdapat potensi El Nino dini.
Dia menjelaskan, menghadapi potensi musim kemarau yang lebih awal Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG), serta pihak swasta untuk melakukan pembasahan lahan dengan OMC.
Advertisement
"Untuk OMC Itu sendiri budgetnya cukup besar dan memang harus dilakukan secara rutin. Jadi kami sudah membuat timeline dalam satu tahun ini kita membutuhkan tidak kurang dari 35 OMC," ujar Wamenhut Rohmat Marzuki ditemui usai Upacara Hari Bakti Rimbawan ke-43 di Jakarta pada Senin (16/3/2026) melansir Antara.
Ia mengatakan, jadwal Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) itu disusun mengingat BMKG menyampaikan terdapat potensi kemarau yang lebih kering dan panjang pada tahun ini dibandingkan dengan 2025.
"Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan terkait terjadinya El Nino yang sebelumnya diprediksi akan muncul di tahun 2027 diperkirakan maju pada pertengahan hingga tahun 2026 dengan kategori lemah-moderat," ucap Rohmat.



