TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sejumlah pemudik di Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, memiliki berbagai cara agar bisa pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
Ada yang rela membayar tiket bus dua kali lipat dari harga normal, ada pula yang harus “berburu” tiket mudik gratis selama berhari-hari.
Salah seorang pemudik, Musa (45), mengaku harus merogoh kocek dua kali lipat demi bisa pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi, Jawa Timur.
Baca juga: Perantau Hemat Ongkos hingga Rp 5 Juta Berkat Mudik Gratis Jateng
Ia mengatakan, harga tiket bus yang dibelinya mencapai Rp 860.000, hampir dua kali lipat dari tarif pada hari biasa yang sekitar Rp 450.000.
“Kalau dibandingkan hari-hari biasa memang dua kali lipat. Tapi kalau mau Lebaran ya memang sudah biasa segitu,” ujar Musa saat ditemui di Terminal Pondok Cabe, Senin (16/3/2026).
Musa mengaku sudah memesan tiket sejak sebelum bulan puasa agar bisa mendapatkan kursi.
“Kami pesan dari sebelum puasa karena takut tidak kebagian. Kalau enggak pesan jauh-jauh hari biasanya susah dapat tiket,” kata dia.
Pria yang bekerja menjaga toko keluarga di Pasar Parung, Bogor itu mengaku tidak sempat mengikuti program mudik gratis yang disediakan pemerintah karena kesibukan bekerja.
“Jarang mantengin informasi begitu. Jadi pilih yang paling simpel saja,” kata dia.
Sementara itu, pemudik lainnya, Heru Setiadi (30), memilih mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan RI untuk pulang ke Yogyakarta.
Baca juga: Antisipasi Macet Mudik, Polisi Berlakukan One Way di Kalimalang Bekasi
Namun, ia mengaku harus berjuang mendapatkan tiket tersebut karena kuota yang terbatas.
“Lumayan susah dapatnya. Saya sampai tiga hari baru di-acc. Jadi harus standby terus di aplikasi,” kata Heru.
Menurut dia, banyaknya peminat program mudik gratis membuatnya terus menerus memantau aplikasi agar tidak kehabisan kuota.
“Intinya jangan sampai ninggalin aplikasi. Kalau ditinggal biasanya langsung lewat kuotanya,” jelas dia.