Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak secara berlebihan atau panic buying di tengah kekhawatiran terkait ketersediaan energi.

Imbauan tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra saat meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat.

Mars Ega Legowo Putra mengatakan, "Terkait panic buying ini, kita minta kepada masyarakat agar tidak panic buying", ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga sebenarnya telah menyiapkan pasokan bahan bakar minyak sejak jauh hari sebelumnya.

Ia juga menyampaikan, "Kalau panic buying ini nanti malah menimbulkan efek yang kurang baik", ujarnya.

Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak selalu tersedia di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Bahlil Lahadalia, masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.

Ia menjelaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak nasional berada dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan.

Distribusi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Bahlil Lahadalia juga menjelaskan bahwa stok bahan bakar minyak bersifat dinamis karena setiap hari ada distribusi ke masyarakat sekaligus pasokan baru yang terus masuk.

Pasokan BBM Berasal dari Berbagai Sumber

Pasokan baru tersebut berasal dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.

Ia menambahkan bahwa pasokan bahan bakar minyak tidak hanya bergantung pada satu sumber saja.

Selain dari kilang dalam negeri, pasokan juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara.

Impor tersebut tidak hanya berasal dari kawasan Timur Tengah.

Pasokan juga diperoleh dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Dengan kondisi tersebut, ketersediaan bahan bakar minyak dinilai aman dan tidak terkait langsung dengan situasi di Selat Hormuz.

Sebagai langkah jangka panjang pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto akan meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak.

Pemerintah berencana membangun infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung cadangan bahan bakar minyak hingga tiga bulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Perintahkan Jajaran Perketat Patroli Rumah Kosong, Antisipasi Titik Rawan Mudik Lebaran 2026
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
PN Jakarta Pusat Cocokkan Obyek Eksekusi Lahan Hotel Sultan di Kawasan GBK
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Live di ANTV Dini Hari Ini: Como 1907 Tantang AS Roma, Pertaruhan Gengsi di Zona Liga Champions
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Waspada! Hujan Lebat Mengintai Kalteng Sepekan ke Depan
• 1 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Puncak Arus Mudik Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 17-18 Maret
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.