Jadi Primadona, Gula Aren Organik Asal Pacitan Diekspor ke 3 Negara

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indonesia memiliki kekayaan komoditas lokal yang berpotensi besar menembus pasar internasional. Salah satunya datang dari Desa Sejahtera Astra Temon, Pacitan, Jawa Timur, yang berhasil membawa gula aren organik menembus pasar global.

Pada Kamis, 12 Februari 2026, gula aren organik dari desa ini resmi dilepas untuk ekspor ke Malaysia, Belanda, dan Australia. Pelepasan ekspor tersebut menjadi langkah penting dalam memperkenalkan produk lokal Indonesia ke pasar dunia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Ekspor ini merupakan bagian dari pengembangan program Desa Sejahtera Astra, yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan komoditas unggulan desa. Program ini dijalankan bersama Temon Agro Lestari sejak 2025 dan melibatkan sekitar 400 masyarakat dari lima desa, yaitu Temon, Karanggede, Karangrejo, Gondang, dan Ngoren.

Adapun ekspor yang dilakukan meliputi 10 ton gula aren ke Malaysia dengan nilai sekitar Rp400 juta, 1 ton ke Belanda (5.000 kemasan 200 gram) senilai sekitar Rp67,5 juta, serta 500 kilogram ke Australia atau sekitar 2.500 kemasan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto (kedua kiri), Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, (kedua kanan) serta didampingi Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti (kiri) dalam pelepasan ekspor komoditas gula aren organik Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Program ini menjadi salah satu langkah penting Astra dalam memperluas jangkauan pasar produk desa ke tingkat global. Melalui pendampingan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, Astra membantu meningkatkan standar kualitas produksi, memperkuat kapasitas usaha, hingga membuka akses pasar yang lebih luas.

“Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Astra dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan Desa Sejahtera Astra ke pasar global dengan memberikan pendampingan yang konsisten, mendukung kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kualitas produk yang diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.

Komoditas aren yang dikembangkan di Temon tidak hanya berupa gula aren, tetapi juga berbagai produk turunan seperti gula cetak, gula semut, gula cair, dan mini cube. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, program ini telah mencapai tingkat kandungan lokal hingga 50–70 persen bahkan 100 persen untuk beberapa produk.

Keberhasilan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, yang mengapresiasi konsistensi Astra dalam mendampingi desa hingga mampu memperluas pasar ekspor komoditasnya.

Keberhasilan gula aren Temon Pacitan menembus pasar internasional menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi, inovasi, dan pendampingan berkelanjutan mampu membawa produk desa melangkah hingga ke pasar dunia. Berbagai cerita tentang inovasi dan program pemberdayaan Astra lainnya dapat disimak dalam ASTRA MAGZ edisi Februari yang dapat dibaca melalui tautan ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Output Industri China Tumbuh 6,3 Persen pada Awal 2026, Penjualan Ritel Naik Tipis
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Dudi Sudibyo, Salah Satu Jurnalis Dirgantara Terbaik Indonesia, Berpulang
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Malaysia Gelontorkan Subsidi BBM Rp8 Triliun per Bulan untuk Jaga Harga RON 95
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Ada yang Anggap PPPK PW Bukan ASN, Mencuat 2 Opsi Mengakhiri Kecemasan
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Polda Metro Ungkap Penjualan Ribuan Obat Keras Berkedok Toko Pulsa-Sembako
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.