Appi–Melinda Silaturahmi Para Purna Bhakti Pemkot Makassar, Tegaskan Pengabdian Tak Berhenti Meski Pensiun

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, menjamu para pamong senior dalam kegiatan silaturahmi Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama purna bhakti Pemerintah Kota Makassar.

Kegiatan berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (16/3/2026). Acara ini dihadiri para mantan pejabat dan aparatur sipil negara yang telah memasuki masa purna tugas di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Munafri memanfaatkan momentum tersebut untuk meminta nasihat, pandangan, serta berbagai masukan dari para pamong senior yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat ukhuwah serta menjaga kesinambungan pemikiran dalam pembangunan Kota Makassar.

“Pada kesempatan hari ini, saya berharap bukan hanya membangun silaturahmi, tetapi juga memperkuat ukhuwah untuk kota kita tercinta,” kata Munafri.

“Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju tentu membutuhkan banyak masukan dan pengalaman berharga yang dimiliki para purna bhakti dari lingkup Pemerintah Kota Makassar,” sambungnya.

Appi—sapaan akrab Munafri—menambahkan, komunikasi dengan para senior pemerintahan akan terus dijaga karena banyak pelajaran penting yang dapat menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan yang baik.

“Sehingga kami juga tidak berhenti untuk berkomunikasi. Kami jadikan landasan dalam menjalankan kegiatan pemerintahan, terutama bagaimana menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Makassar,” jelasnya.

Ia menilai silaturahmi dengan para purna bhakti merupakan kewajiban moral bagi pemerintah. Menurutnya, pengabdian kepada daerah tidak berhenti hanya karena seseorang telah memasuki masa pensiun.

“Ini bukan sekadar acara, tapi kewajiban. Kalau dalam salat mungkin seperti fardhu kifayah. Karena tidak boleh ada hubungan yang terputus,” ujarnya.

Menurut Appi, pengabdian kepada daerah pada dasarnya hanya dibatasi oleh aturan administrasi, sementara kontribusi pemikiran dan pengalaman tetap bisa diberikan untuk pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, mantan CEO PSM itu juga memaparkan berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah kota, baik dalam konteks nasional maupun lokal.

Ia menyebutkan, dalam satu tahun terakhir pemerintah kota berhasil mencatat sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif.

“Alhamdulillah, satu tahun ini kita lewati dengan sangat baik. Hampir seluruh indikator naik secara signifikan,” katanya.

“Pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari nasional maupun provinsi, angka kemiskinan turun, stunting juga menurun, dan indeks pembangunan manusia terus meningkat,” lanjutnya.

Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa capaian angka statistik bukan tujuan utama pembangunan, melainkan hanya gambaran arah kebijakan yang dijalankan pemerintah.

“Angka-angka ini hanya sebuah kiasan untuk memberikan gambaran seperti apa pola pembangunan yang kita lakukan ke depan,” ujarnya.

Ia menekankan, yang paling penting adalah dampak nyata pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti berkurangnya banjir di lorong-lorong permukiman dan tidak adanya lagi warga yang harus mengungsi ketika hujan deras.

Menurutnya, orientasi pembangunan pemerintah kota bukan hanya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), tetapi juga menghadirkan kebijakan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Yang kita inginkan bukan hanya good governance, tapi bagaimana menghadirkan kebijakan dan program pemerintah memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Appi juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah kota yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok pekerja rentan.

Ia menyebutkan, saat ini sekitar 81.000 masyarakat Kota Makassar telah mendapatkan perlindungan melalui program jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian.

Namun menurutnya, program tersebut masih perlu diperkuat agar perlindungan yang diberikan semakin komprehensif.

Karena itu, tahun ini pemerintah kota menambah program jaminan hari tua bagi sekitar 41.000 pekerja rentan dan pekerja keagamaan yang dibiayai melalui APBD.

“Karena jaminan kematian dan keselamatan kerja hanya berlaku saat terjadi kecelakaan. Maka tahun ini sekitar 41.000 masyarakat kami berikan jaminan hari tua melalui APBD,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah kota juga memberi perhatian khusus kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah kepulauan.

Pemkot Makassar telah menyiapkan skema penambahan insentif bagi tenaga kesehatan dan tenaga pengajar di pulau-pulau agar kesejahteraan mereka semakin terjamin.

“Perhatian kepada tenaga kesehatan dan tenaga pengajar, khususnya di pulau-pulau, kami susun sedemikian rupa agar benar-benar memberikan dampak langsung dan manfaat bagi masyarakat,” tutup Appi.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut diakhiri dengan dialog santai antara wali kota dan para pamong senior yang turut menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman mereka dalam membangun Kota Makassar. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalahkan Alexander Zverev, Dominik Sinner Melaju ke Final Indian Wells
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Gagalkan Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Muara Baru Jakut
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
KAI Commuter Operasikan 1.065 Perjalanan Jabotabek dan 70 Kereta Bandara di Musim Mudik
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Warga Berdesakan-desakan di Tanah Abang Jelang Lebaran: Takut Tas Disilet Copet
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Melongok Rest Area Terbesar di Lingkar Gentong Tasikmalaya, Ramah Pemudik dan Warga Sekitar
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.