Inggris dan Sekutu Internasional Bahas Langkah Pembukaan Selat Hormuz

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

London: Pemerintah Inggris sedang berdiskusi dengan sejumlah sekutu internasional mengenai langkah-langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz setelah gangguan terhadap aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut.

Menteri Energi Inggris, Ed Miliband, mengatakan jalur tersebut sangat penting bagi perdagangan global dan pasokan energi dunia.

Berbicara dalam program BBC Sunday with Laura Kuenssberg, Miliband menegaskan bahwa pembukaan kembali selat tersebut menjadi prioritas.

“Hal yang sangat penting adalah memastikan Selat Hormuz dapat dibuka kembali,” kata Miliband, seperti dikutip Anadolu, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menambahkan pemerintah Inggris bekerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk Amerika Serikat, untuk mempertimbangkan berbagai cara guna mengamankan jalur pelayaran tersebut.

“Berbagai opsi untuk membantu membuka kembali selat itu sedang dipertimbangkan,” ujarnya, seraya menolak memberikan rincian operasional terkait langkah yang mungkin diambil Inggris.

Selat Hormuz yang terletak di antara Iran dan Oman merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas.

Sebagian besar ekspor energi global melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia.

Pernyataan Miliband muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan sejumlah negara untuk mengerahkan kapal perang ke kawasan tersebut.

Melalui platform Truth Social pada Sabtu, Trump mengatakan ia berharap lima negara -,Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris,- dapat mengirim kapal perang ke Selat Hormuz agar jalur itu tidak lagi menjadi ancaman dari Iran.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Teheran juga menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi kapal tanker minyak, yang menyebabkan biaya pengiriman dan asuransi meningkat serta mendorong kenaikan harga minyak global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trafik Penerbangan Naik, 36 Ribu Penumpang Padati Bandara Sultan Hasanuddin Jelang Lebaran
• 12 jam laluterkini.id
thumb
Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi, Grok: 100 Persen Palsu, Buatan AI
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Mobilitas Penyeberangan Bali–Jawa Meningkat, ASDP Percepat Operasional di Gilimanuk
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Budaya Halal Bihalal dan Kunci Seni Memaafkan-Kuliah 3 Menit Ramadan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang Mudik Lebaran, Pakar Ingatkan Pentingnya Asuransi
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.