Jelang Mudik Lebaran 2026, PDIP: Pengelolaan Mudik RI Masih Tertinggal dari China

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Sofwan Dedy Ardyanto menilai pengelolaan arus mudik di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar, terutama terkait ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Menurut Sofwan, tradisi mudik merupakan fenomena budaya global yang terjadi di berbagai negara dengan tantangan yang relatif sama, yakni kesiapan infrastruktur transportasi dan manajemen pergerakan manusia dalam jumlah besar.

“Mudik, balik kampung, chunyun, seker bayram, atau apapun istilahnya, adalah sebuah tradisi budaya global dengan tema sama: aktivitas pulang ke kampung halaman, yang dilakukan secara serentak selama masa-masa cuti atau libur hari raya,” tulis Sofwan dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Ia menilai tradisi mudik di Indonesia mengalami evolusi dalam pengelolaannya, seiring meningkatnya peran negara dalam menata sistem transportasi dan infrastruktur.

Sofwan juga mengutip tulisan jurnalis senior Goenawan Mohamad yang menggambarkan kerasnya pengalaman mudik di masa lalu.

“Berapa juta manusia bersedia berdesak-desak, menanggung panas dan rasa tak nyaman dan risiko celaka, luka, dan mati, dalam sebuah ritual raksasa tiap tahun yang disebut ‘mudik’?” tulis Goenawan Mohamad seperti dikutip Sofwan.

Ia menjelaskan bahwa generasi sebelumnya pernah mengalami situasi mudik yang penuh perjuangan, mulai dari berebut kursi kereta api hingga penumpang yang masuk melalui jendela bus atau kereta karena keterbatasan tiket dan transportasi.

Dalam analisisnya, Sofwan mengungkapkan bahwa pada arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan melibatkan 143,9 juta pemudik. Dari jumlah tersebut, mayoritas masih memilih kendaraan pribadi.

“Sekitar dua pertiga di antaranya akan menggunakan kendaraan pribadi: mobil (52,98%) dan sepeda motor (16,74%). Jika ditotal, 100,3 juta pemudik tidak menggunakan angkutan publik,” tulisnya.

Menurut Sofwan, tingginya penggunaan mobil pribadi tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah membangun jaringan jalan tol, terutama Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Namun ia menilai persoalan utama justru masih pada tingginya jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Yang justru masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara adalah: bagaimana menurunkan jumlah pemudik dengan sepeda motor? Tahun ini jumlahnya diperkirakan cukup besar: 24 juta orang,” tulis Sofwan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekda Jateng Diperiksa Jaksa Terkait Pengadaan Smartboard di Sekolah
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Tinjau Proyek Jalan di Galesong Utara, Banggar DPRD Sulsel Tekankan Kualitas Pekerjaan
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Keselamatan Pemudik Jadi Prioritas, Polres Pangkep Lakukan Pemeriksaan Kendaraan
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Mudik 630 Kilometer, Pemudik Ini Ajak Dua Burung Kesayangannya Pulang Kampung
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Matangkan Kajian Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.