365 Hunian Tetap Dibangun Kembali di Aceh, Warga: Kamarnya Luas!

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 365 hunian tetap (huntap) melalui skema rumah bangun kembali di lokasi terdampak bencana (insitu) sedang disiapkan.

Sebanyak 70 unit huntap insitu saat ini dalam proses pembangunan yang tersebar di tiga lokasi, yakni di Kecamatan Juli, Kecamatan Jangka, dan Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 13 Maret 2026, tiga unit rumah contoh telah selesai dibangun di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, sebagai bagian dari tahap awal pembangunan. Rumah contoh tersebut menjadi gambaran kepada masyarakat terkait desain serta kualitas huntap yang akan ditempati masyarakat terdampak bencana.

Rosyuliana, salah satu warga Desa Balee Panah, merasa senang dengan pembangunan huntap di lokasi rumahnya terdahulu. Menurutnya, rumah contoh yang telah dibangun akan menjadi tempat tinggal bagi adik dan orang tuanya.

“Rasanya senang, huniannya lumayan bagus. Kamarnya juga luas. Kalau ini punya adik saya, kalau itu punya Bapak saya, satu lagi punya adik saya juga. Terima kasih telah membangun huntap buat kami,” ujar Rosyuliana terkait tiga rumah contoh yang ditujukan untuk keluarganya.

Huntap yang telah berdiri itu bercat putih. Terdiri atas ruang utama, dua kamar, dan satu kamar mandi. Penerangan di dalam rumah menggunakan lampu led.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengecek langsung huntap contoh yang sudah berdiri. Dia juga berdialog dengan warga terdampak untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembangunan. Suharyanto juga memberikan rekomendasi solusi agar pembangunan hunian dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Selain meninjau pembangunan hunian, Suharyanto turut membagikan bantuan sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.

Pemerintah terus mempercepat berbagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Pembangunan hunian sementara (huntara) dan huntap, penyaluran bantuan logistik, serta pendampingan kepada masyarakat menjadi bagian dari langkah nyata untuk memastikan warga dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih aman, layak, dan produktif pascabencana.

Hunian Tetap untuk 104 KK di Aceh Utara dengan Interior Lengkap dan Masjid

Pemulihan pascabencana terus dilakukan di Aceh. Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 104 kepala keluarga (KK) sudah menempati hunian tetap (huntap) di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara sejak Sabtu (14/3).

Kompleks huntap tampak asri. Halaman kompleks sudah full dengan paving block atau bata beton dan membentang drainase. Tersedia pula fasilitas umum berupa balai pertemuan dan masjid di kawasan huntap tersebut.

Semua rumah juga sudah dilengkapi dengan instalasi listrik dan mesin pompa air. Beberapa orang, termasuk anggota TNI, juga tengah memeriksa sumur sebagai sumber air bersih.

Setiap huntap sudah berkeramik lengkap dengan perabotan interior seperti kursi tamu, meja makan, televisi, kompor, dan rak piring. Di dalam kamar sudah tersedia kasur, bantal, guling, dan lemari pakaian. Kamar mandi juga sudah berkeramik dengan toilet jongkok dan bak mandi.

Pembangunan huntap ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam). Hunian tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana.

Sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan, Kemenko Polkam turut memberikan bantuan logistik dan kendaraan water heater yang dimanfaatkan untuk penanganan darurat di lapangan hingga pembangunan huntap dan penyediaan fasilitas pendukungnya.

BNPB memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra berjalan optimal. BNPB berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus mendampingi masyarakat terdampak agar dapat menempati hunian yang layak dan aman.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemulihan tak akan berhenti meski ada hari raya seperti Idulfitri. Menurutnya, pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana.

“Meskipun ini hari raya, kami atur. Untuk (personel) yang beragama Islam bisa libur beberapa hari, digantikan oleh personel yang Nasrani,” kata Suharyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Vale Indonesia Catat Laba Rp 1,29 Triliun Sepanjang 2025
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua Baznas yang Baru Dilantik Dapat Pesan Khusus Presiden Soal MBG, Begini Bunyinya
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Arus Mudik, One Way Nasional Mulai Berlaku 18 Maret
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Transportasi Kaltim Januari 2026 Lesu, Penumpang Turun Drastis
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.