Fauzi Bowo: Tradisi Andilan Potong Kebo di Betawi Harus Dilestarikan

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita

Majelis Kaum Betawi (MKB) kembali menggelar kegiatan Andilan Kebo, tradisi masyarakat Betawi menyambut hari raya idulfitri atau Lebaran. Kegiatan yang diinisiasi Bang Marullah Matali pada 2025.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Bang Fauzi Bowo alias Bang Foke mendorong tradisi masyarakat Betawi agar dilaksanakan kembali MKB untuk kedua kalinya dan harus terus dilestarikan.

Kegiatan Andilan Potong Kebo akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung atau Bang Anung.‎ dan Wagub Rano Karno yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Baca juga: Silaturahmi Akbar Betawi, Pramono Minta Cagar Budaya Terus Dilestarikan

Ketua Panitia Andilan Kebo M. Ichwan Ridwan atau Bang Boim menyebutkan Andilan Kebo 2026 ini merupakan bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat betawi setiap menjelang Idulfitri.‎‎"Ini merupakan upaya MKB dalam mewarisi budaya orang-orang tua kita yang selalu bergotong royong dan berkolaborasi dalam merayakan Idul Fitri sejak dulu" ungkap Bang Boim, Selasa (17/3/2026).

Tiap tahun baik dalam lingkungan kampung ataupun jemaah majelis taklim selalu melakukan urunan, patungan , andilan ataupun engkowan. Setiap orang dikenakan iuran setiap bulan untuk berpatungan membeli seekor kerbau yang akan dipotong beberapa hari menjelang Lebaran.

Baca juga: Di Depan Pusara M.H. Thamrin, Pramono Anung Ultimatum Persatuan Kaum Betawi!"Tiap peserta atau anggota yang ikut andilan atau patungan akan mendapatkan daging, jeroan dan lain-lain secara proporsional sesuai nilai andilannya," katanya.

"Andilan ini mengajarkan kita untuk selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan hal-hal di dalam kemasyarakatan termasuk penyediaan daging kerbau untuk dikonsumsi sebagai hidangan saat lebaran," sambungnya.

Hal-hal sederhana inilah yang membuat orang betawi selalu kompak dan guyub dalam menghadapi berbagai persoalan di Jakarta. Dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan kontribusi yang diberikannya. Ini menunjukkan prinsip keadilan. "Jadi andilan bukan sekadar motong kebo dan bagi-bagi daging tetapi sarat makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat betawi," ucapnya.‎‎

Sekretaris Panitia Pelaksana Muhidin Muchtar menambahkan selain kolaborasi, andilan juga mengajarkan sikap toleransi antarumat beragama.‎‎

"Sejak dulu orang Betawi tidak makan daging sapi tetapi daging kebo. Karena dulu saat betawi masih Sunda Kelapa, masih banyak penganut agama Hindu. Nenek moyang orang Betawi yang telah beragama Islam tidak mau menyinggung perasaan saudaranya yang beragama Hindu yang mensucikan hewan sapi. Maka dipilihlah kerbau sebagai hewan yang disembelih saat perayaan Lebaran Idulfitri di tanah betawi" jelas Muhidin.‎‎

Hal ini mengajarkan keluhuran budi orang betawi yang sangat menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama. "Nilai-nilai ini menjadi penting bagi generasi muda Betawi saat ini untuk terus menjaga Jakarta yang majemuk agar tetap kondusif, aman, dan toleran," ucapnya.‎‎

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Prioritaskan Efisiensi, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen terhadap PDB
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Masih Bisa Ekspor Jutaan Barel Minyak Lewat Selat Hormuz
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Seskab Teddy Tinjau Arus Mudik di Stasiun Senen, Sapa Pemudik dan Cek Kereta Kerakyatan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Bikin Gol Cepat jadi Kunci agar City Tumbangkan Madrid
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Bareskrim Gerebek Warung Nasi Goreng, 4 Pengedar Uang Palsu untuk Lebaran Ditangkap
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.